Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan rasa empati yang mendalam bagi keluarga jurnalis dan awak kapal yang hilang di perairan Selat Sunda setelah operasi pencarian selama 10 hari dihentikan.

"Kami memahami bahwa sampai hari ini masih ada harapan dan doa yang terus dipanjatkan," kata Erick Thohir dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Sebanyak lima jurnalis dan tiga awak kapal KM Arupadhatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau belum ditemukan selama 10 hari pencarian.

Pihak SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan operasi pencarian setelah melakukan penyisiran melalui jalur darat, laut, dan udara, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang hilang.

Menpora mengatakan bahwa keputusan penghentian pencarian setelah 10 hari bukan suatu keputusan yang mudah bagi siapa pun, terutama bagi keluarga yang sejak awal terus menunggu kabar dan berharap orang-orang yang mereka cintai dapat kembali.

Oleh sebab itu, kata dia, atas nama pribadi dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, ia menyampaikan doa dan empati yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban.

Ia mengatakan penghentian operasi pencarian bukan berarti perhatian terhadap keberadaan para jurnalis dan awak kapal tersebut ikut berhenti.

Menpora berharap pemantauan di wilayah perairan Selat Sunda tetap dapat memberikan peluang munculnya informasi baru yang dapat ditindaklanjuti.

Ia juga menyampaikan doa agar keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi situasi tersebut.

"Kita semua masih berharap ada kabar baik dan petunjuk yang dapat membawa mereka kembali kepada keluarga," katanya.

Menpora juga kembali menekankan pentingnya keselamatan insan pers dalam menjalankan tugas. Menurutnya, jurnalis memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi kepada masyarakat, termasuk ketika harus bekerja di tengah situasi yang memiliki risiko tinggi.

"Keselamatan mereka juga menjadi tanggung jawab dan perhatian kita bersama," katanya.

Adapun lima jurnalis yang hilang kontak tersebut adalah M. Bagus Khoirunas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Mereka bersama tiga awak kapal, yakni Warta selaku kapten, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu, dilaporkan hilang kontak pada 7 September 2026 saat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menpora sampaikan empati bagi keluarga jurnalis dan awak kapal

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.