Melbourne (ANTARA) - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong pembentukan kemitraan ketangguhan (partnership resilience) dengan Australia guna mengintensifkan kerja sama dalam ketahanan pangan dan energi.

"Kita mencoba untuk fokus di beberapa pilar, maritim, ekonomi, kemudian security, pangan, kemudian dari diskusi yang berjalan, kita sepakat untuk lebih mempersempit fokusnya di bidang ketahanan pangan dan energi," kata Sugiono di Melbourne, Kamis (27/8).

Menurut Sugiono, gagasan itu berawal dari konflik Timur Tengah yang mengakibatkan negara-negara kawasan mengalami permasalahan, salah satunya di Australia yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan sumber bahan baku pupuk.

Karena itulah, Sugiono menilai perlunya kerja sama yang dapat secara khusus menangani berbagai isu regional yang berkaitan langsung dengan kepentingan negara-negara kawasan.

"Ini bukan merupakan suatu blok baru ataupun satu grouping baru, tapi lebih kepada mengintensifkan kerja sama dan fokus pada hal-hal yang berkaitan dengan situasi ketahanan di wilayah ini, ketahanan pangan dan ketahanan energi khususnya," jelas Sugiono.

Dia menekankan bahwa hal itu merupakan kemitraan yang melengkapi semua kesepakatan yang telah ada antara Indonesia dan Australia.

Selain itu, Sugiono menyebutkan bahwa Indonesia menandatangani perjanjian pembaruan trilateral dengan Australia dan negara-negara Kepulauan Pasifik guna memperkuat kerja sama dalam berbagai bidang.

"Ini semacam renewal dari apa yang sudah ditandatangani pada 2021 yang intinya adalah kerja sama antara negara-negara tersebut dalam berbagai bidang, disaster management, ketahanan pangan, kesehatan, capacity building, kerja sama ekonomi dan seputar itu," kata Sugiono.

Indonesia dan Australia mengadakan Pertemuan 2+2 Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan di Melbourne, Rabu (26/8), guna membahas implementasi Jakarta Treaty 2026.

Pada 6 Februari 2026, Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menandatangani Indonesia-Australia Treaty on Common Security atau yang lebih dikenal dengan Jakarta Treaty 2026.

Perjanjian tersebut memperkuat konsultasi rutin tingkat tinggi dan komitmen saling mendukung menghadapi ancaman serius.

Kesepakatan juga mencakup pelatihan pertahanan bersama di Indonesia, penugasan perwira senior TNI di ADF, perluasan pertukaran pendidikan militer, serta MoU investasi Australia-Danantara.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menlu Sugiono dorong kemitraan ketangguhan dengan Australia

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.