Menkomdigi pastikan frekuensi selama MotoGP Indonesia lancar
Kamis, 8 Oktober 2026 15:49 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Republik Indonesia Meutya Viada Hafid (kiri) bersama Direktur ITDC Ahmad Fajar saat mengecek persiapan ajang MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Kamis (8/11/2026). ANTARA/Akhyar Rosidi.
Lombok Tengah (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Republik Indonesia Meutya Viada Hafid memastikan frekuensi selama penyelenggaraan MotoGP Indonesia pada 9-11 Oktober di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, berjalan aman dan bebas gangguan.
"Frekuensi menjadi salah satu faktor utama keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Indonesia," kata Meutya Hafid usai melakukan pengecekan di Sirkuit Mandalika, Kamis.
Ia mengatakan pengecekan jaringan ini dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan frekuensi MotoGP Indonesia terpenuhi sesuai standar Dorna sports yang telah ditentukan.
"Kami tadi mengecek bahwa frekuensi harus aman tanpa gangguan," katanya.
Ia menjelaskan, pada MotoGP Indonesia 2026 disediakan lebih dari 250 frekuensi sesuai kebutuhan Dorna dan seluruhnya telah terpenuhi serta berjalan lancar.
"Kami sudah periksa bahwa untuk lebih dari 250 frekuensi yang kita sediakan sesuai kebutuhan dari Dorna sudah terpenuhi dan lancar," jelasnya.
Menurutnya, kesiapan frekuensi ini sangat krusial mengingat jumlah penonton yang diperkirakan membludak, mencapai sekitar 150.000 penonton di dalam Sirkuit Mandalika, dengan total orang yang berada di kawasan ekonomi khusus Mandalika bisa mencapai 200.000 orang.
Selain itu, ajang ini akan disiarkan secara live di minimal 100 televisi mancanegara, sehingga membutuhkan penguatan frekuensi yang maksimal.
"Di sini ada kurang lebih 150.000 penonton dengan total orang yang berada di wilayah ini sampai 200.000, itu juga pasti perlu penguatan dari frekuensi," ujarnya.
"Dan yang paling utama juga ini akan live di 100 televisi mancanegara dan itu juga perlu penguatan frekuensi, sehingga apa yang terjadi di sini dapat tersiar dengan baik di banyak negara," katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan trafik, pemerintah juga telah menyiapkan empat unit mobile BTS tambahan dan memanggil seluruh operator seluler untuk meningkatkan kapasitasnya selama MotoGP berlangsung.
Selain itu, tim juga disiagakan di Bandara Lombok untuk mengamankan frekuensi penerbangan yang meningkat selama event.
Sementara itu, Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Ahmad Fajar mengatakan kesiapan infrastruktur Sirkuit Pertamina Mandalika pada MotoGP Indonesia 2026 telah siap 100 persen.
"Sirkuit Mandalika telah siap 100 persen digunakan untuk balapan, termasuk perangkat elektronik telah siap," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026