Menkomdigi: Kehadiran AI Factory memperkuat posisi Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan bahwa kehadiran infrastruktur komputasi kecerdasan artifisial AI Factory bisa memperkuat posisi Indonesia sebagai hub AI regional dan tujuan investasi teknologi bernilai tinggi.
Dia menyampaikan pernyataan itu di Jakarta, Jumat, menyusul peluncuran Zankore by Indosat, inisiatif kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA untuk membangun AI Factory di Indonesia.
AI Factory yang kapasitasnya diproyeksikan mencapai 1 gigawatt (GW) dalam tiga tahun itu diperkirakan akan menjadi infrastruktur digital terbesar di Asia Tenggara.
Meutya mengatakan bahwa pemerintah menyambut baik komitmen empat perusahaan teknologi global untuk membangun AI Factory di Indonesia.
"Kehadiran AI Factory ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai AI Hub regional, karena mampu melayani kebutuhan nasional sekaligus kawasan," katanya.
"Investasi ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dunia terhadap masa depan ekonomi digital Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi teknologi bernilai tinggi," ia menambahkan.
AI Factory merupakan infrastruktur komputasi berkapasitas besar yang menyediakan daya pemrosesan untuk mengembangkan dan mengoperasikan berbagai layanan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Berbeda dengan pusat data konvensional, AI Factory mengintegrasikan seluruh rantai nilai AI dalam satu ekosistem, mulai dari infrastruktur pusat data pendukung komputasi AI, GPU berperforma tinggi, jaringan dan sistem penyimpanan data, layanan GPU, orkestrasi, pengelolaan beban kerja, serta operasional AI.
Dalam praktik global, pembangunan AI Factory dengan skala penuh membutuhkan investasi yang sangat besar. Menurut sejumlah kajian internasional, kebutuhan investasi untuk membangun fasilitas semacam itu diperkirakan sekitar 50 juta dolar AS (Rp894 miliar) untuk setiap 1 megawatt (MW) kapasitas komputasi AI secara end-to-end.
Pembangunan AI Factory ditargetkan bisa dimulai pada paruh pertama 2027 di Batang, Jawa Tengah, dengan target kapasitas awal sekitar 200 megawatt (MW). Infrastruktur tersebut selanjutnya akan terus dikembangkan hingga mencapai target kapasitas 1 gigawatt.
Baca juga: India dan Indonesia sepakati kerja sama AI dan infrastruktur digital
Meutya menyampaikan bahwa pemerintah sejak awal mendukung rencana pembangunan AI Factory di Indonesia.
"Rencana ini telah digagas sejak awal dan disampaikan dua tahun lalu kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kini seluruh proses telah mencapai tahap final sehingga dapat diumumkan kepada publik," katanya.
Selain membangun infrastruktur komputasi, Zankore akan mengembangkan Sahabat-AI, model bahasa besar (Large Language Model/LLM) sumber terbuka Indonesia yang memiliki 70 miliar parameter dan mendukung Bahasa Indonesia serta berbagai bahasa daerah, termasuk bahasa Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.
Platform tersebut juga dirancang menghadirkan layanan Token-as-a-Service, yang memungkinkan masyarakat, pelaku usaha, kementerian dan lembaga, maupun pengembang aplikasi mengakses layanan komputasi AI dengan biaya lebih terjangkau.
Meutya menyampaikan bahwa investasi dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur AI sangat penting dalam upaya untuk meningkatkan daya saing Indonesia.
"Ini adalah fondasi ekosistem AI nasional yang utuh, mulai dari kapasitas komputasi, layanan AI, hingga pengembangan model bahasa Indonesia yang dapat dimanfaatkan berbagai sektor," kata Meutya.
Baca juga: Nezar: Infrastruktur komputasi modal RI masuk rantai pasok AI dunia
Meutya menyampaikan bahwa investasi teknologi bernilai tinggi lain yang tengah dijalankan adalah pembangunan fasilitas manufaktur GPU pertama di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, yang ditargetkan bisa diresmikan pada Desember 2026.
Kehadiran fasilitas tersebut dinilai bisa memperkuat rantai pasok industri AI nasional.
Meutya mengemukakan bahwa kehadiran infrastruktur pendukung pengembangan AI bisa menjadi bekal Indonesia untuk menjadi pusat pengembangan AI regional.
Indonesia nantinya tidak hanya memiliki infrastruktur berskala besar dengan dukungan sumber energi yang terus berkembang, tetapi juga pasar domestik yang besar dengan lebih dari 280 juta penduduk.
"Ketika infrastruktur, pasar, talenta, dan kebijakan berjalan beriringan, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi salah satu pusat pengembangan AI di kawasan," kata Meutya.
"Pemerintah akan terus memastikan iklim investasi tetap kondusif agar inovasi AI dapat tumbuh sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.
Baca juga: Kemkomdigi ingin lulusan AI Talent Factory berdaya saing global
Baca juga: Nezar: Infrastruktur AI perlu diperkuat guna tingkatkan daya saing
Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.