Menko Polkam: Mari Selamatkan Generasi Muda Indonesia dari Bahaya Narkotika
AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, menyatakan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan ancaman serius yang dapat merusak kualitas sumber daya manusia serta menghambat masa depan bangsa.
"Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika bukan hanya persoalan hukum, tetapi ancaman nyata bagi masa depan bangsa. Karena itu, mari kita bergerak bersama menyelamatkan generasi muda Indonesia dari bahaya narkotika," kata Djamari, Jumat (24/7/2026).
Dia mengingatkan bahwa pemberantasan narkotika tidak dapat dibebankan hanya kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) maupun aparat penegak hukum.
Baca Juga: Peringatan HANI 2026, Pemerintah Komitmen Wujudkan Desa dan Kelurahan Bebas Narkoba
Keberhasilan perang melawan narkotika membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, kementerian dan lembaga, dunia pendidikan, keluarga, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat luas.
"Pemberantasan narkotika bukan hanya tugas negara dan aparat penegak hukum. Ini adalah tugas dunia dan akhirat untuk menyelamatkan manusia, menyelamatkan bangsa kita ke depan," ujar dia.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Menko Polkam memimpin pemusnahan barang bukti narkotika yang telah berkekuatan hukum tetap.
Dia juga memberikan motivasi kepada seluruh jajaran BNN agar terus menjalankan tugas dengan penuh integritas, profesionalisme, dan dedikasi dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.
Baca Juga: AS Resmi Tetapkan Dua Kartel Narkoba Meksiko sebagai Organisasi Teroris, Trump Perluas Tekanan di Perbatasan
Djamari juga menyempatkan diri berdialog dan memberikan semangat kepada para peserta rehabilitasi agar tetap optimistis, bangkit, serta membangun kehidupan yang lebih baik setelah terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
Berbagai langkah telah dilakukan pemerintah melalui penguatan pencegahan, penegakan hukum, edukasi, serta rehabilitasi merupakan bagian dari komitmen membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
"Kami harapkan Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba," tegasnya.