Menkeu Purbaya Isyaratkan SMV Jadi Instrumen Bayar Utang Whoosh
AKURAT.CO Pemerintah memberi sinyal akan menggunakan instrumen pembiayaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menyelesaikan kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pemerintah berupaya menekan penggunaan APBN dalam penyelesaian kewajiban proyek tersebut.
Meski demikian, pemerintah belum mengungkapkan secara rinci skema pendanaan yang akan ditempuh.
Baca Juga: Malaysia Dominasi Penumpang WNA Whoosh, Tembus 74.902 Orang di 2026
"Whoosh itu walaupun APBN di pemerintah, tapi kan kita kecilkan semaksimal mungkin dana APBN yang dipakai yang bayar Whoosh, tapi dikelola oleh kami," kata Purbaya kepada media usai Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas P3M-PPE di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah tengah menyiapkan alternatif pembiayaan di luar belanja negara langsung.
Saat ditanya mengenai mekanisme yang akan digunakan, Purbaya hanya memberi petunjuk bahwa pemerintah memiliki sejumlah Special Mission Vehicle (SMV) yang dapat dimanfaatkan.
"Enggak, kan saya punya banyak SMV," ujarnya.
Seperti yang diketahui, SMV merupakan badan usaha milik negara di bawah koordinasi Kementerian Keuangan yang dibentuk untuk menjalankan fungsi pembiayaan maupun investasi pemerintah pada proyek-proyek strategis.
Baca Juga: Purbaya: Rating AAA Panda Bond Bukti Fiskal Indonesia Dipercaya
Namun demikian, Purbaya belum menjelaskan apakah seluruh pembiayaan utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan dialihkan melalui SMV atau dikombinasikan dengan instrumen lain.
Pemerintah juga belum mengungkap besaran kewajiban utang yang akan dibiayai melalui mekanisme tersebut maupun jadwal penyelesaiannya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya pemerintah menjaga ruang fiskal agar tetap terjaga, sekaligus memastikan proyek strategis nasional tetap memiliki kepastian pembiayaan.