Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan sambutan saat upacara serah terima jabatan di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Purbaya Yudhi Sadewa resmi menyerahkan jabatannya sebagai Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara, setelah direshuffle Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9) kemarin. Suahasil sebelumnya merupakan Wakil Menteri Keuangan sejak era pemerintahan Joko Widodo kemudian dilantik pada posisi yang sama era Kabinet Merah Putih dibawah pemerintahan Prabowo Subianto. Dengan penggantian ini, Purbaya resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai bendahara negara selama setahun lebih enam hari sejak dilantik menggantikan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 8 September 2026 lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen pada 2027. Untuk mencapai target tersebut, investasi perlu tumbuh sekitar 7 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan investasi pada semester I 2026 yang tercatat 6,87 persen.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan peningkatan investasi membutuhkan sinergi antara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Danantara, dan sektor swasta. Ketiganya dinilai perlu bekerja sama untuk memperbesar kapasitas ekonomi.

“Untuk tahun depan kita memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen, dengan investasi yang perlu tumbuh di sekitar 7 persen. Kalau bisa lebih. Ini menjadi PR yang sangat besar. Karena itu kemudian berbagai macam elemen di dalam pembangunan kita harus bersinergi, harus bekerja sama,” ujar Suahasil dalam Antara Business Forum 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Menurut Suahasil, pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada belanja pemerintah. APBN perlu diarahkan pada sektor-sektor strategis yang dapat memberikan dampak lebih luas, termasuk mendukung konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor.

Pemerintah juga mendorong Danantara berperan sebagai investment catalyst untuk mempercepat investasi. Peran sektor swasta tetap diperlukan melalui investasi, pengembangan usaha, dan penciptaan aktivitas ekonomi.

Suahasil menyebut sejumlah sektor berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan, antara lain infrastruktur digital, elektrifikasi, sumber daya alam, manufaktur bernilai tambah tinggi, industri hulu strategis, ketahanan pangan, dan energi terbarukan.

Di sisi fiskal, pemerintah merancang defisit anggaran dalam RAPBN 2027 sebesar 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). APBN juga diarahkan sebagai fiscal enabler untuk mendukung prioritas pembangunan sekaligus menciptakan kondisi yang mendorong dunia usaha dan investasi.

“APBN tentu harus terus menjadi fiscal enabler,” kata Suahasil.