Emiten milik konglomerat Happy Hapsoro yaitu PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengungkapkan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) salah satu anak usahanya serta perkembangan lima proyek ekspansi bisnis.

Direktur RAJA Ogi Rulino mengatakan perseroan sebelumnya memang berencana membawa salah satu anak usahanya melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, rencana tersebut belum terealisasi hingga saat ini.

Insya Allah, kalau semua berjalan lancar tentu perencanaan itu akan kita realisasikan,” kata Ogi dalam paparan publik RAJA secara virtual, Kamis (10/9).

Ketika ditanya mengenai rumor bahwa anak usaha yang akan melakukan IPO adalah PT Panji Raya Alamindo, Ogi tidak membenarkan maupun memberikan keterangan lebih lanjut. Ia mengatakan realisasi IPO akan sangat bergantung pada kondisi pasar, khususnya situasi pasar modal Indonesia.

Selain rencana IPO, Direktur RAJA Praba Diwangkara Caraka Putra Soma mengatakan perseroan memiliki lima proyek ekspansi dalam pipeline. Tahapan masing-masing proyek berbeda, mulai dari investasi yang telah diselesaikan, rencana akuisisi yang sedang difinalisasi, hingga proyek yang masih dalam tahap kajian.

Mengintip 5 Proyek Ekspansi RAJA

RAJA sebelumnya telah menggelar sejumlah aksi untuk memperkuat bisnis. RAJA telah menandatangani perjanjian jual beli 5% saham PT Layar Nusantara Gas. Investasi tersebut terkait dengan fasilitas floating liquefied natural gas (LNG) pertama di Indonesia dengan kapasitas 1,2 juta ton per tahun.

Perseroan juga berencana mengakuisisi perusahaan pelayaran yang memiliki dua kapal, yakni LNG Carrier dan Very Large Gas Carrier (VLGC). Kedua kapal tersebut masing-masing memiliki kontrak hingga 2028 dan 2029.

Praba mengatakan proses uji tuntas atau due diligence untuk aspek legal dan teknis kapal telah selesai. Sementara itu, kajian dari sisi legal dan finansial perusahaan masih berlangsung sebelum transaksi ditutup.

“Kami targetkan pada kuartal keempat 2026, bergantung pada penyelesaian kajian dan persyaratan transaksi akuisisi,” ujar Praba.

Anak kedua dari pasangan Happy Hapsoro dan Ketua DPR RI Puan Maharani ini mengatakan, akuisisi tersebut menjadi langkah RAJA untuk memperluas ekosistem bisnis infrastruktur dan energi.

Langkah lainnya RAJA menyiapkan pembangunan pipa bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Timur melalui anak usahanya, PT Petrotec Penta Nusa. Proyek ini memiliki total panjang pipa sekitar 117 kilometer dengan kontrak selama 10 tahun.

Dari sisi perizinan, perseroan telah memperoleh persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Sementara itu, analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) masih dalam proses penyelesaian bersama konsultan.

RAJA juga telah menunjuk kontraktor untuk proyek tersebut. Pembangunan fisik ditargetkan dimulai pada 2026, dengan target operasi komersial pada kuartal empat 2027. Proyek ini diharapkan memperkuat portofolio RAJA di bidang infrastruktur distribusi BBM di Kalimantan Timur dengan dukungan kontrak jangka panjang.

Selanjutnya perseroan menyiapkan proyek kilang atau fasilitas pengolahan di Kalimantan melalui anak usaha PT Karyal Medojaya. RAJA memiliki kepemilikan sebesar 55% pada perusahaan tersebut.

Proyek ini ditargetkan beroperasi pada kuartal empat 2029 dengan estimasi awal nilai investasi sekitar US$ 300 juta. Namun, perseroan masih melakukan kajian lebih lanjut terkait rencana tersebut.

Adapun langkah terakhir,  RAJA mengkaji pembangunan pabrik biogas berbasis limbah peternakan bersama mitranya yaitu Tokyo Gas lewat anak usahanya PT Panji Raya Alamindo. Saat ini, perseroan masih melakukan studi kelayakan investasi, termasuk mengkaji kualitas limbah, mencari lokasi lahan di Jawa Barat, serta melakukan benchmarking dengan fasilitas serupa di negara lain.