Tanjab Timur, Jambi (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memastikan penambahan sarana dan prasarana (sarpras) sumur hidran untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berulang di kawasan gambut.

"Jadi (sumur hidran) relatif sumber air ada, nanti tambah selang dan perawatan. Penambahan sumur, nanti kita eksekusi," kata Menhut Raja Juli di Jambi, Selasa.

Sumur hidran adalah sebuah penampungan air yang dipergunakan secara khusus untuk proses pemadaman jika terjadi kebakaran di sebuah lokasi.

Menurut dia, keberadaan sumur hidran yang dibangun melalui Program Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dinilai cukup strategis, menciptakan pasokan air, sehingga bisa digunakan saat terjadi kebakaran.

"Dulu (sumur hidran) kerjaan eks BRGM untuk sumber air, karena memang sudah diprediksi jika terjadi kebakaran," ucapnya.

Manhut menegaskan, untuk meminimalisir kebakaran lahan di Jambi, pemerintah telah menyusun langkah penanganan berupa skenario Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 27 hingga 30 Agustus mendatang.

Termasuk penebalan pasukan di lapangan dengan mengerahkan 500 personel dari Dinas Kehutanan (Dishut) setempat.

Menhut Raja Juli meyakini kerja kolaborasi seluruh pihak dan keterlibatan masyarakat tingkat tapak dalam memberikan informasi menjadi kunci dalam meminimalisir bahaya karhutla.

"Lahan gambut dalam empat meter, apalagi ini berbatasan dengan hutan lindung gambut seluas 17 ribu hektare. Jadi mohon sekali lagi kerja sama seluruh masyarakat hal semacam ini tidak terjadi di tempat lain," ucap Menhut.

Di hadapan Menhut, Ketua Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Pandan Sejahtera, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Sarwo menjelaskan kebakaran di wilayah tersebut bisa dikendalikan berkat keberadaan 23 sumur hidran aktif.

Sumur itu, menurut dia, sangat efektif dalam mengendalikan kobaran api sehingga tidak sampai menyentuh kawasan hutan lindung gambut.

"Ini hari ketiga (kebakaran) Pak Menteri, api sudah bisa dikendalikan berkat partisipasi petugas. Untung bisa dikendalikan tidak meluas ke hutan lindung, jaraknya tinggal satu kilometer," kata Sarwo.

Wakil Bupati (Wabup) Tanjung Jabung Timur Muslimin Tanja mengungkapkan selama periode Januari hingga Agustus jumlah titik api mencapai 135 titik. Timbulan titik api terbanyak terjadi selama periode Agustus tercatat mencapai 53 titik api.

Akibat musim kemarau ini, luas lahan yang terbakar telah mencapai 108 hektare, seluruhnya dalam kawasan lahan gambut.

"Dari 514 ribu hektare luas daratan di Tanjung Jabung Timur, 56 persennya lahan gambut, sangat riskan,  kehadiran Pak Menteri (diharapkan) menjadi motivasi bahwa perhatian pemerintah betul-betul hadir," ucapnya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menhut janji tambah sumur hidran guna antisipasi karhutla berulang 

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.