Ini saatnya kita gotong royong. Ini saatnya kita berbagi solidaritas. Tentu namanya judulnya kerelawanan atau voluntarisme, itu memang harus panggilan dari hati

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, penguatan koordinasi antara pemerintah dengan relawan sangat diperlukan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Menhut dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan, kolaborasi ini diarahkan agar seluruh pihak dapat bergerak bersama menghadapi kebakaran di sejumlah titik yang menjadi prioritas penanganan.

“Ini saatnya kita gotong royong. Ini saatnya kita berbagi solidaritas. Tentu namanya judulnya kerelawanan atau voluntarisme, itu memang harus panggilan dari hati,” kata Raja Antoni.

Menurut dia, keterlibatan relawan akan ditempatkan dalam pola koordinasi bersama sehingga setiap unsur dapat bergerak sesuai kebutuhan di lapangan.

Penanganan, lanjut dia, juga akan diarahkan melalui satu komando operasi agar keputusan antarpihak tidak berjalan sendiri-sendiri.

Selain itu, ia mengatakan, Kemenhut juga menyiapkan dukungan peralatan bagi masyarakat di sekitar Tanjung Puting.

Sebanyak 15 desa di sekitar kawasan tersebut akan didorong membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA), dengan dukungan peralatan pemadaman seperti mesin air dan jet shooter untuk memperkuat kemampuan penanganan di tingkat tapak.

Menhut menegaskan, pemerintah akan terus mengerahkan berbagai upaya untuk menghadapi karhutla di Tanjung Puting, mulai dari operasi darat, sumur bor, water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca.

“Kolaborasi dengan relawan dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat upaya bersama untuk menjaga kawasan hutan dan habitat satwa dari ancaman kebakaran,” ujar dia.

Sementara itu, Menhut Raja Antoni bersama Pangdam Kalimantan Tengah Kodam XXII/Tambun Bungai Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin, turun langsung mengecek penanganan karhutla di sekitar Taman Nasional Tanjung Puting.

Usai melihat kondisi lapangan, Menhut berdiskusi dengan para relawan, di antaranya Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan, Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI), ASITA, ASTINDO, Himpunan Klotok Wisata Kumai (HKWK), Tourism Cook Association ( TCA), Persatuan Speed Kumai hingga masyarakat mitra polhut desa sungai sekonyer.

Baca juga: Menhut: OMC optimalkan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah

Baca juga: Menhut: Jumlah polisi hutan akan ditingkatkan menjadi 70 ribu

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.