Menhut: Lima pemda di Sumsel terima bantuan penanganan karhutla
Selasa, 15 September 2026 21:24 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat diwawancarai di Palembang, Selasa (15/9/2026). ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri
Palembang (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebutkan pemerintah daerah (pemda) di Sumatera Selatan mendapatkan bantuan stimulan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menhut Raja Juli Antoni saat diwawancarai di Palembang, Selasa, mengatakan pada minggu lalu Presiden Prabowo telah mengeluarkan bantuan presiden (banpres untuk penanganan karhutla.
Untuk Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), kata dia, bantuan tersebut diberikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel senilai Rp30 miliar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) Rp20 miliar, Pemkab Musi Banyuasin (Muba) Rp20 miliar, Pemkab Ogan Ilir Rp15 miliar, dan Pemkab Banyuasin Rp15 miliar.
Presiden telah melakukan rapat koordinasi secara langsung dan memberikan perhatian khusus terhadap penanggulangan karhutla.
Penyaluran bantuan tersebut juga diikuti petunjuk teknis (juknis) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai mekanisme pencairan dan pengelolaannya.
Meski demikian Menhut Raja Juli menekankan penggunaan dana tersebut tetap harus dilakukan secara akuntabel dan transparan serta dapat dipertanggungjawabkan kepada negara dan masyarakat.
"Sehingga dana ini bisa segera mungkin dicairkan untuk penanggulangan karhutla, untuk mencegah dampak, termasuk bagi kesehatan dan sebagainya," kata Menhut Raja Juli Antoni.
Menhut juga meminta masyarakat Sumsel tetap ikut berperan dalam mencegah terjadinya karhutla. Menurut dia, pemerintah terus bekerja secara kolaboratif dan sinergis untuk melindungi masyarakat dari dampak karhutla.
Kendati jumlah titik api di Sumsel saat ini menunjukkan tren penurunan, namun ancaman karhutla belum sepenuhnya berakhir karena kondisi cuaca kering masih berpotensi berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Kondisi El Nino masih berpotensi berlangsung hingga akhir Oktober atau November sebelum hujan kembali turun.
Oleh Karena itu Menhut mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan maupun kebun dengan cara membakar, termasuk para petani dan masyarakat umum.
"Kita butuh kedisiplinan untuk tidak membuka lahan, membuka kebun, dengan cara membakar. Ini kami sampaikan kepada para petani, kepada masyarakat biasa, maupun korporasi," ujar Menhut.
Menhut juga mengingatkan perusahaan agar tidak menggunakan metode pembukaan lahan dengan cara membakar, karena berisiko menimbulkan karhutla dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
"Korporasi yang masih nakal, yang masih menggunakan cara-cara lama, cara-cara yang dianggap murah untuk melakukan land clearing, tapi memiliki risiko besar terhadap kesehatan masyarakat," kata Menhut Raja Juli.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menhut: Lima pemda di Sumsel dapat bantuan penanganan karhutla
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026