kondisi di Kalimantan Selatan, titik panas cepat sekali berubah naik dan turun setiap harinya.

Banjarbaru (ANTARA) - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengingatkan fluktuasi titik panas (hotspot) perlu terus dipantau sehingga petugas dapat langsung menuju lokasi dengan kemungkinan kebakaran aktif terjadi.

"Aksi cepat melakukan pemadaman dan pembasahan bisa menekan api semakin membesar dan meluas akhirnya sulit dikendalikan," kata dia di Banjarbaru, Minggu.

Raja Juli mengatakan Kemenhut telah memiliki aplikasi atau website Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) yang dapat dimanfaatkan seluruh petugas gabungan memantau titik panas secara realtime.

Titik-titik panas yang digambarkan dalam peta berasal dari satelit NASA-MODIS, NASA-SNPP dan
NASA-NOAA20 dengan akurasi tinggi.

Dia mengungkapkan kondisi di Kalimantan Selatan, titik panas cepat sekali berubah naik dan turun setiap harinya.

Raja Juli menyebut berdasarkan data SiPongi, jumlah hotspot pada 21 Agustus mencapai 157 titik, kemudian turun menjadi 11 titik pada Sabtu (22/8) pukul 22.00 Wita.

Namun, berdasarkan pemantauan Minggu pagi (23/8) pukul 06.00 Wita, jumlahnya kembali meningkat menjadi 44 titik tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin.

"Mudah-mudahan dengan kerja keras petugas gabungan Manggala Agni, BPBD, TNI-Polri dibantu relawan barisan pemadam kebakaran dari masyarakat bisa terus menurunkan titik panas di Kalsel hingga karhutla bisa dikendalikan sepenuhnya," ucap Menhut.

Baca juga: Pemerintah jalin komunikasi dengan negara tetangga soal asap karhutla

Baca juga: Kementerian LH minta perusahaan ikut cegah karhutla

Pewarta: Firman
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.