Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan pengembangan jaringan perkeretaapian menjadi salah satu fokus anggaran 2027 untuk memperkuat konektivitas dan meningkatkan layanan transportasi publik nasional.

Dudy mengatakan Kementerian Perhubungan memperoleh pagu anggaran 2027 sebesar Rp32,93 triliun setelah mengalami penambahan sekitar Rp4 triliun dari pagu awal guna memperkuat pelayanan kereta api nasional mendatang.

"Dari kebutuhan kita, itu kan semula ditentukan pagunya diawal Rp28 triliun, kemudian ada penambahan sekitar Rp4 triliun. Kebanyakan dari angka tersebut adalah untuk keselamatan (transportasi) kemudian juga memang fokus di (pengembangan jaringan) kereta api," kata Menhub ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa.

Dudy mengatakan sebagian anggaran tersebut diarahkan untuk aspek keselamatan transportasi, sekaligus mendukung pengembangan infrastruktur perkeretaapian melalui program prioritas nasional yang berkelanjutan agar sistem transportasi rel semakin aman optimal.

Pengembangan jaringan kereta api menjadi salah satu fokus dengan rencana peningkatan konektivitas. Salah satunya menuju Sukabumi serta elektrifikasi jalur kereta hingga Cikampek untuk memperkuat mobilitas perkotaan bagi pengguna kereta api di Jabodetabek.

Baca juga: Menhub buka peluang investasi percepat pengembangan jaringan kereta RI

Baca juga: Dishub Lampung: Trans Sumatera Railway perkuat angkutan massal

Selain itu, menurut Menhub, pemerintah juga melanjutkan peningkatan sistem kelistrikan jalur Tanah Abang-Rangkasbitung sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan kereta rel listrik sebagai langkah strategis menghadapi pertumbuhan penumpang perkotaan.

"Kita akan memaksimalkan penggunaan anggaran tersebut. Jadi, termasuk yang tadi disampaikan untuk pengembangan jaringan kereta yang sampai Sukabumi dan juga elektrifikasi sampai Cikampek. Kemudian elektrifikasi Tanah Abang-Rangkasbitung," jelasnya.

Meski begitu, Menhub tidak menyebutkan secara rinci pengembangan jaringan perkeretaapian yang dilakukan pemerintah saat ini.

Dalam acara peresmian revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Jawa Tengah bulan lalu, Presiden Prabowo memerintahkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Kementerian Perhubungan menggarap pembangunan jalur kereta Trans-Sumatra serta melanjutkannya dengan proyek Trans-Kalimantan.

"Habis Trans Sumatra, nanti Trans Kalimantan. Kalau bisa bersamaan, kita mulai," kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan pembangunan jalur kereta Trans-Sumatra akan menghubungkan wilayah paling selatan di Sumatra, yaitu Bakauheni di Provinsi Lampung hingga wilayah paling utara Pulau Sumatra. Presiden menyatakan proyek tersebut menjadi target yang harus diwujudkan oleh PT KAI dan Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Pemerintah pastikan jaringan kereta logistik Kalimantan tak pakai APBN

Baca juga: Pengamat: Jaringan kereta Pulau Kalimantan perkuat angkutan logistik

Baca juga: KAI bidik pendapatan Rp66 triliun seiring perluasan jaringan rel

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.