Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong mahasiswa untuk merintis usaha dan menjajaki peluang menjadi eksportir.

Saat memberikan kuliah umum di Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Jawa Tengah pada Kamis (20/8), ia berharap semakin banyak mahasiswa yang menjawab panggilan untuk berwirausaha dan mempelajari seluk-beluk perdagangan luar negeri.

"Kami ingin adik-adik setelah lulus tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan. Bahkan, kami ingin adik-adik belajar menjadi eksportir ketika masih kuliah, sehingga ketika lulus nanti bisa menjadi eksportir yang siap," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Ia kemudian memperkenalkan salah satu program Kementerian Perdagangan (Kemendag) bernama Campuspreneur, yang mendorong mahasiswa untuk belajar menjadi pelaku usaha dan eksportir.

Menurutnya, kampus dapat menjadi wadah vital dalam membina mahasiswa untuk berwirausaha dan menghasilkan produk yang memiliki potensi ekspor. Untuk itu, Kemendag menyambut dengan tangan terbuka kampus-kampus yang ingin bergabung dalam program Campuspreneur.

Kemendag dapat menindaklanjuti potensi wirausahawan kampus dengan memberikan pelatihan dan membuka akses kepada calon pembeli dari pasar internasional. Mahasiswa yang ikut serta dalam pelatihan di program ini bisa belajar mempersiapkan produk berkualitas, memahami kebutuhan pasar, hingga berkomunikasi dengan calon pembeli dari luar negeri.

Selain membuka peluang ekspor dari kampus dengan Campuspreneur, Kemendag juga membuka kesempatan magang bagi mahasiswa di kantor perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.

Melalui program tersebut, mahasiswa dapat belajar mencari calon pembeli dan memahami pasar negara tujuan ekspor di lingkungan bisnis yang nyata.

"Kami persilakan mahasiswa belajar mencari calon pembeli dengan cara magang di kantor perwakilan perdagangan," katanya.

Lebih lanjut, Budi menyampaikan, Kemendag juga mempunyai program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor).

Program ini terus diperkuat melalui penjajakan kerja sama bisnis (business matching) antara pelaku usaha Indonesia dan calon pembeli dari luar negeri. Mayoritas business matching dilakukan tanpa pertemuan fisik, alih-alih konferensi virtual.

Pada Januari-Juli 2026, UMKM BISA Ekspor mencatatkan pesanan pembelian dan potensi transaksi hingga sekitar 333,68 juta dolar AS. Dengan memanfaatkan teknologi pertemuan virtual, UMKM BISA Ekspor dapat menjadi salah satu pintu UMKM Indonesia untuk menembus pasar global.

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.