Menag mengajak umat berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara - ANTARA News Ambon, Maluku
Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat senantiasa berdoa bagi keselamatan bangsa dan negara, terutama di tengah ketidakpastian global, saat acara "Zikir Kebangsaan" Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (Jatma Aswaja).
“Untuk senantiasa dan selalu melakukan doa keselamatan bangsa dan seperti setiap tahun yang kita lakukan di masjid ini, untuk mendoakan bangsa dan negara kita. Apalagi saat seperti sekarang ini, kita sangat memerlukan doa berjamaah untuk keselamatan bangsa kita,” ujarnya di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu.
Kepada jamaah yang memenuhi Masjid Istiqlal, ia mengajak masyarakat juga mensyukuri kondisi Indonesia yang tetap mampu bertahan meski di tengah tekanan ekonomi global.
Ia menyebut inflasi Indonesia berada pada kisaran 1-2 persen dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2 persen, lantas membandingkan dengan sejumlah negara Muslim lainnya yang pertumbuhan ekonominya di bawah Indonesia.
Menurut dia, capaian tersebut sesuatu yang patut disyukuri sekaligus dijaga melalui persatuan dan ikhtiar bersama.
“Ini data-data internasional, tidak bisa dibantah. Banyak lagi prestasi yang dicapai oleh bangsa kita yang wajib hukumnya untuk kita syukuri,” katanya.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengingatkan masyarakat agar ungkapan syukur tidak berhenti pada ucapan, tetapi diwujudkan melalui upaya memberikan manfaat bagi sesama.
Semangat tersebut, kata dia, juga menjadi dasar pengembangan berbagai layanan sosial di Masjid Istiqlal agar keberadaan masjid dapat dirasakan manfaatnya secara lebih luas oleh masyarakat.
Maka dari itu, ia tengah mendorong Masjid Istiqlal Jakarta sebagai model masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan dan pelayanan masyarakat.
Nasaruddin mengatakan Istiqlal terus mengembangkan berbagai fasilitas dan program yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis, mulai dari penyediaan makan siang bagi jamaah, penginapan, kursus bahasa asing, layanan kesehatan, konsultasi keagamaan dan keluarga, hingga pelatihan keterampilan ekonomi.
Sekretaris Jenderal PB Jatma Aswaja Helmy Faishal Zaini mengatakan meski organisasi Jatma Aswaja baru memasuki usia dua tahun, sejumlah upaya mewujudkan ketahanan pangan telah dilakukan.
Jatma Aswaja telah menanam padi dan tebu di lahan 10 ribu hektare dengan melibatkan petani warga Jatma Aswaja dan para pemangku kepentingan di berbagai wilayah.
“Kita harapkan kehadiran Jatma Aswaja memantulkan energi untuk melakukan pemberdayaan, sehingga kita bukan hanya maju secara spiritual, tetapi juga pokok secara ekonomi dan tentunya kita berdaya menjadi masyarakat yang lebih sejahtera,” ujarnya.
Pewarta: Asep Firmansyah
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.