Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah media Belanda ikut memantau aksi Timnas Indonesia saat menghadapi Bangladesh dalam laga FIFA ASEAN Cup 2026.

Duel Indonesia vs Bangladesh adalah duel yang menyajikan ketegangan hingga akhir. Timnas Indonesia terus menghitung waktu sambil berusaha keras mencetak gol.

Laga mencapai klimaks ketika Mitchell Baker mencetak gol di menit ketujuh masa injury time. Gol itu membuat kedudukan berubah jadi 9-2, yang bertahan hingga usai, sekaligus mendorong Indonesia lolos ke babak final FIFA ASEAN Cup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilihan Redaksi

  • Transformasi Romeny di Timnas: Dari Monster Gol ke Mesin Assist
  • Media Bangladesh: Mimpi Buruk Lawan Timnas Indonesia Jadi Kenyataan
  • Jadwal Final FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia vs Thailand

"Indonesia terus lanjut memburu trofi pertama sejak 1991 setelah laga gila di pengujung waktu," tulis Voetbal International dalam judul beritanya.

Gelar terakhir Timnas Indonesia di level senior adalah emas SEA Games 1991. Sedangkan emas SEA Games 2023 sudah tidak terhitung level senior karena sudah diberlakukan pembatasan umur alias masuk kategori kelompok umur.

Media Belanda lainnya, Voetbalprimeur bahkan menuliskan secara detail soal momen menegangkan di masa injury time. Saat itu memang posisi puncak klasemen silih berganti dikuasai Indonesia dan Malaysia berdasarkan situasi sementara yang ada.

"Di menit ke-90, Indonesia berpikir bahwa mereka baru saja mencetak gol penentu yang membuat skor jadi 7-1, namun semenit kemudian Bangladesh membuat skor jadi 7-2. Sementara itu, Malaysia membuat skor jadi 6-0 dan memegang posisi puncak di saat itu."

"Kevin Diks kemudian membuat skor jadi 8-2, dan kemudian Indonesia menambah keunggulan jadi 9-2 di sat akhir. Gol tersebut cukup untuk membuat Indonesia mengambil alih posisi Malaysia dan lolos ke final," tulis Voetbalprimeur.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/sry)