Rabu, 23 September 2026 - 20:09 WIB
Jakarta, VIVA – Popularitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi sorotan media internasional hingga dikaitkan dalam peta politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Baca Juga
Media bisnis asal Inggris, Financial Times (FT), melalui laporan berjudul “Is this Indonesia’s next president?” yang terbit pada 21 September 2026, menyinggung popularitas Kang Dedi Mulyadi alias KDM yang dinilai telah berkembang melampaui basis politiknya di Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Aktivitas KDM yang selalu dibagikan melalui media sosial disebut turut mendekatkannya masyarakat sekaligus memperluas popularitasnya di tingkat nasional.
Baca Juga
Gubernur yang memimpin wilayah dengan penduduk terbesar di Indonesia ini, memang hampir setiap membagikan berbagai aktivitas melalui media sosial, terutama melalui YouTube.
Konten Gubernur KDM sering menyorot pertemuannya dengan masyarakat, bicara kebijakan, hingga respons terhadap keluhan warga dan pemberian bantuan.
Baca Juga
Maka tidak heran jika popularitas KDM kemudian dikaitkan FT dengan dinamika peta politik nasional menjelang Pilpres 2029. Bahkan, FT tak ragu menyebut KDM sebagai figur alternatif dalam pesta demokrasi lima tahunan yang akan datang.
"For many Indonesians, there is little doubt Dedi is a credible alternative to Prabowo," tulis FT dalam laporannya, dikutip Rabu, 23 September 2026.
FT mengutip hasil survei SMRC pada Juli 2026 yang mencatat elektabilitas Dedi sebesar 35 persen, sedangkan Prabowo Subianto berada di angka 14,5 persen.
Dalam simulasi head to head yang dikutip FT, Dedi memperoleh 59 persen suara, sementara Prabowo mencapai 28,3 persen.
FT juga turut menukil pernyataan Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, yang menyebut tingkat popularitas Dedi di tingkat nasional diperkirakan mencapai sekitar 90 persen masyarakat Indonesia.
Menurut Deni, persepsi publik mengenai kepedulian dan empati menjadi salah satu faktor yang membuat Dedi disukai.
Namun, FT juga menyoroti adanya kritik terhadap gaya komunikasi Dedi di media sosial. Pola komunikasi melalui medsos ini membuat KDM mendapat julukan "Content Governor" atau Gubernur Konten.
Sejumlah pihak menilai tingginya intensitas produksi konten berpotensi membuat aktivitas tersebut terlihat lebih menonjol dibandingkan kinerjanya sebagai kepala daerah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kata KDM soal Maju Pilpres 2029
Di media sosial, dorongan agar KDM maju Pilpres 2029 juga tak kalah santer. Orang nomor satu di Jabar itu pun sempat memberikan tanggapan terkait hal tersebut.
Halaman Selanjutnya
Saat jumpa pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Dedi Mulyadi dengan tegas menepis manuver untuk maju Pilpres dan memilih untuk fokus menjadi gubernur.