asiawebawards.com
  • 2026-07-27 02:53:37 +0000 UTC

    Jul 27, 2026

    Media: Amerika mulai hemat rudal pencegat di tengah konflik Iran - ANTARA News Gorontalo

    Washington (ANTARA) - Militer Amerika Serikat mulai membiarkan sebagian rudal dan pesawat nirawak Iran melintas tanpa dicegat karena persediaan amunisi pertahanan udaranya semakin menipis, menurut laporan NBC News yang mengutip sumber-sumber di pemerintahan AS.

    Dua pejabat senior AS mengatakan para komandan militer mengizinkan sebagian rudal dan pesawat nirawak serang Iran menembus sistem pertahanan udara untuk menghemat stok rudal pencegat yang terus berkurang.

    Menurut laporan tersebut, seluruh sasaran yang dinilai mengancam keselamatan personel militer AS tetap dicegat.

    Namun, dalam beberapa kasus, rudal dan pesawat nirawak yang menuju wilayah tanpa personel militer dibiarkan melintas meskipun berpotensi merusak infrastruktur pangkalan.

    Sementara itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Mike Waltz membantah laporan mengenai menipisnya persediaan amunisi militer AS.

    Dalam wawancara dengan NBC News pada Minggu, Waltz meminta publik tidak mempercayai informasi yang bocor tersebut.

    Ia bahkan menyatakan pihak yang menyebarkan informasi itu seharusnya dipenjara.

    Sebelumnya, CBS melaporkan pada Jumat bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump mengkhawatirkan laju penggunaan persenjataan Amerika Serikat yang terus meningkat.

    Pada hari yang sama, Trump dilaporkan menunda rencana untuk meningkatkan secara signifikan operasi militer terhadap Iran.

    Keputusan itu diambil karena kekhawatiran bahwa eskalasi konflik dapat semakin menguras persediaan rudal pencegat Patriot dan amunisi pertahanan udara lainnya yang telah menipis di kawasan Timur Tengah.

    Sumber: Sputnik

    Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Media: AS mulai hemat rudal pencegat di tengah konflik Iran

    Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
    Editor : Debby H. Mano

    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-27 02:53:37 +0000 UTC