Maskapai tegaskan penyesuaian operasional penerbangan di Sampit demi keselamatan
Sabtu, 22 Agustus 2026 21:36 WIB
Pesawat Super Air Jet batal mendarat di Bandara Haji Asan Sampit lantaran kabut asap kebakaran lahan di sekitar bandara yang dinilai berisiko bagi keselamatan dan keamanan penerbangan, Sabtu (22/8/2026). ANTARA/HO
Sampit (ANTARA) - Maskapai Super Air Jet menyatakan penyesuaian operasional penerbangan rute Jakarta-Sampit dan Sampit-Jakarta di Bandara Haji Asan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dilakukan demi keselamatan penerbangan akibat dampak kondisi kabut asap di sekitar bandara setempat.
"Keselamatan dan keamanan pelanggan serta awak pesawat merupakan prioritas utama dalam setiap operasional penerbangan Super Air Jet," kata Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan persnya diterima di Sampit, Sabtu.
Pernyataan ini disampaikannya menanggapi batalnya pendaratan Super Air Jet di Bandara Haji Asan Sampit pada Sabtu siang. Penyebabnya adalah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar bandara yang dinilai berisiko bagi penerbangan saat pendaratan pesawat yang sebelumnya bertolak dari Jakarta itu.
Pesawat kemudian kembali ke bandara asal. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, hanya penumpang akhirnya terpaksa menginap di Jakarta untuk menunggu jadwal keberangkatan pada hari berikutnya.
Danang menyebutkan, kabut asap akibat karhutla di sekitar bandara menyebabkan jarak pandang penerbangan berada di bawah batas minimum yang dipersyaratkan untuk keselamatan operasional penerbangan, sehingga penerbangan tidak dapat dilaksanakan sesuai rencana.
Sebagai langkah mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan, penerbangan Jakarta – Sampit melakukan return to base (kembali ke Jakarta). Sementara itu, penerbangan sebaliknya yaitu Sampit – Jakarta dibatalkan.
"Super Air Jet terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait serta memantau perkembangan kondisi jarak pandang dan situasi operasional di Bandar Udara H Asan Sampit," demikian Danang Mandala Prihantoro.
Baca juga: Kabut asap, pesawat batal mendarat di Sampit
Sementara itu, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II H Asan Sampit Abdul Haris dalam keterangannya mengatakan, kondisi asap akibat karhutla di sekitar Bandar Udara Haji Asan Sampit berdampak terhadap operasional penerbangan Super Air Jet rute Jakarta–Sampit tersebut.
Penerbangan IU350 rute Jakarta (CGK)–Sampit (SMQ) dengan jadwal keberangkatan pukul 12.35 WIB dijadwalkan tiba di Bandar Udara Haji Asan Sampit pada siang hari. Namun, pesawat tidak dapat melanjutkan proses pendaratan dan akhirnya return to base (RTB) atau kembali ke bandar udara asal.
Berdasarkan informasi dari pihak maskapai, keputusan tersebut dilakukan karena kondisi cuaca di Sampit berupa asap (smoke condition) yang menyebabkan jarak pandang di Bandar Udara Haji Asan Sampit berada pada kondisi minimum untuk operasional penerbangan.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan keselamatan dalam pelaksanaan penerbangan. Dalam situasi ketika kondisi aktual tidak memungkinkan untuk melaksanakan pendaratan dengan aman, penerbangan dapat melakukan RTB sesuai prosedur operasional yang berlaku.
Penerbangan IU350 tercatat membawa 148 penumpang, dengan tambahan informasi operasional maskapai mencatat 2 infant dan 1 child. Setelah penerbangan menuju Sampit melakukan RTB, penerbangan lanjutan IU351 rute Sampit–Jakarta yang semula dijadwalkan berangkat pukul 14.50 WIB turut dibatalkan.
Selain kondisi asap dan jarak pandang minimum, waktu operasional Bandar Udara Haji Asan Sampit juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Bandar udara memiliki waktu operasional hingga pukul 17.00 WIB, sehingga kondisi penerbangan pada sore hari harus mempertimbangkan batas waktu operasional tersebut.
UPBU Kelas II Haji Asan Sampit terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di sekitar kawasan bandar udara serta berkoordinasi dengan pihak terkait dalam rangka mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.
Sebelumnya, keberadaan sejumlah titik api di sekitar kawasan bandar udara juga telah menjadi perhatian. Pemantauan dan koordinasi dengan tim penanganan karhutla dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi terhadap potensi gangguan operasional penerbangan.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi berbagai sektor pelayanan publik, termasuk transportasi udara.
Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui Bandar Udara Haji Asan Sampit, diimbau untuk memastikan kembali status penerbangan kepada maskapai sebelum menuju bandara, khususnya ketika kondisi cuaca dan jarak pandang sedang tidak mendukung.
Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.