asiawebawards.com
  • 2026-08-12 06:35:00 +0000 UTC

    Aug 12, 2026

    Marak Oli Palsu Beredar, Pertamina Lubricants Kasih Cara Cek yang Asli

    Jakarta, CNBC Indonesia - Peredaran oli palsu menjadi salah satu persoalan yang dihadapi industri pelumas. Konsumen diminta tidak hanya mengejar harga murah, tetapi juga memastikan produk dibeli melalui saluran resmi. PT Pertamina Lubricants telah membangun jaringan ribuat outlet resmi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut menjadi salah satu cara perusahaan memastikan konsumen memperoleh produk yang sesuai standar.

    "Untuk pelumas Pertamina sendiri kita itu sudah memiliki hampir 7.500 outlet resmi ya yang tersebar di seluruh Indonesia. Jadi kerja sama kita sudah dengan banyak outlet dan kita selalu tidak henti-hentinya mengimbau untuk para konsumen agar membeli di outlet-outlet resmi," kata Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi di Pabrik Pertamina Lubricants di Koja, Jakut, Rabu (12/8/2026).

    Kemasan menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan konsumen ketika membeli pelumas. Produk resmi memiliki sejumlah identitas yang dapat digunakan untuk membantu proses pengecekan.

    Konsumen juga diminta tidak menjadikan harga sebagai satu-satunya pertimbangan ketika memilih oli. Harga yang jauh lebih murah tidak otomatis berarti produk tersebut merupakan pilihan yang lebih baik.

    "Dan selalu memperhatikan karena di setiap botol itu kan ada identitasnya, gampangannya gitu ya, ada identitasnya. Kalau oli palsu itu kan pasti tidak memiliki identitas ya, dia artinya bisa sebenarnya bisa diidentifikasi dari situ," ujar Rika.

    Selain identitas pada kemasan, konsumen dapat memperhatikan QR code dan nomor seri yang terdapat pada produk. Detail tersebut menjadi bagian dari identitas kemasan yang perlu diperiksa sebelum oli digunakan pada kendaraan.

    Penggunaan oli yang tidak sesuai spesifikasi juga berpotensi menimbulkan masalah pada kendaraan. Pelumas memiliki spesifikasi tertentu yang dirancang untuk kebutuhan mesin dan komponen kendaraan.

    "Yang kedua, kami selalu mengimbau kepada konsumen agar tidak hanya melihat bahwa dari harga saja gitu. Mungkin bisa jadi oh mencari oli Pertamina yang paling murah, karena harga itu mungkin bisa murah tetapi bila mendapatkannya juga tidak di outlet resmi, ataupun mungkin bukan outlet resmi tapi juga terlihat ya dari kemasannya, dari semua identitasnya lah," kata Rika.

    Perkembangan kendaraan elektrifikasi juga membuat kebutuhan pelumas ikut berubah. Kendaraan listrik memang tidak menggunakan pelumas mesin seperti mobil bermesin pembakaran internal, tetapi masih memiliki komponen yang membutuhkan produk pelumas.

    "Iya, tentunya kerusakan ya karena speknya juga dari oli tersebut tidak sesuai standar yang menjadi pelumas standar dari pelumas Pertamina," ujar Rika.

    (dce) [Gambas:Video CNBC]

    2026-08-12 06:35:00 +0000 UTC