Liputan6.com, Jakarta - Mantan manajer Manchester United, Louis van Gaal, kembali menyoroti pemecatannya dari Old Trafford pada 2016. Pelatih asal Belanda itu menilai kegagalan Setan Merah lolos ke Liga Champions menjadi faktor penentu yang mengakhiri kiprahnya bersama klub raksasa Inggris tersebut.
Van Gaal juga mengaitkan kegagalan itu dengan dugaan pelanggaran finansial yang melibatkan rival sekota Manchester United, Manchester City. Menurutnya, situasi tersebut turut memengaruhi persaingan kedua klub dalam perebutan tiket Liga Champions.
Pernyataan Van Gaal kembali mencuat setelah kasus finansial Manchester City memasuki babak baru. Seperti dilaporkan Tribal Football, pelatih berusia 75 tahun itu menilai kegagalan Manchester United menembus kompetisi elite Eropa pada musim 2015/2016 membawa konsekuensi besar bagi kariernya.
"Bagi saya, saat itu, kegagalan lolos ke Liga Champions pada 2016 mungkin menjadi faktor penentu pemecatan saya dari Manchester United," ujar Van Gaal kepada The Athletic.
Ia juga menyinggung dampak yang harus ditanggungnya setelah meninggalkan klub berjuluk Setan Merah tersebut.
"Dan semua konsekuensi serta penderitaan yang ditimbulkannya," lanjut Van Gaal.
Manchester United Kalah Selisih Gol dari Manchester City
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/950072/original/015895000_1439030176-000_DV2095621.jpg)
Perbesar
Pada akhir musim Premier League 2015/2016, Manchester United harus puas menempati peringkat kelima klasemen. Mereka mengoleksi 66 poin, jumlah yang sama dengan Manchester City yang finis di posisi keempat.
Namun, Manchester City berhak mengamankan tiket terakhir ke Liga Champions berkat keunggulan selisih gol. Sementara itu, Manchester United gagal mencapai target untuk tampil di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut.
Kegagalan itu menjadi pukulan besar bagi Van Gaal. Padahal, ia berhasil mempersembahkan trofi Piala FA kepada Manchester United pada musim yang sama.
Ironisnya, Van Gaal dipecat hanya sekitar 48 jam setelah membawa Manchester United menjuarai Piala FA. Manajemen klub kemudian menunjuk Jose Mourinho sebagai penggantinya.
Keputusan tersebut mengakhiri perjalanan Van Gaal di Old Trafford setelah dua musim menangani tim. Meski berhasil mempersembahkan trofi, kegagalan mengamankan tiket Liga Champions menjadi salah satu persoalan penting yang membayangi masa depannya.
Pernyataan Van Gaal muncul di tengah perkembangan kasus dugaan pelanggaran aturan finansial Manchester City dalam periode 2009 hingga 2018.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Pada 29 September 2026, Premier League mengumumkan bahwa komisi independen menemukan Manchester City bersalah atas seluruh dakwaan terkait pelanggaran serius aturan finansial selama sembilan musim, serta sebagian besar dakwaan mengenai kegagalan bekerja sama dalam penyelidikan. Temuan tersebut mencakup persoalan pengaturan kontrak komersial, pelaporan keuangan, dan kepatuhan terhadap aturan pengeluaran. Namun, proses penentuan sanksi masih menjadi tahap tersendiri. Manchester City membantah tuduhan tersebut dan telah mengajukan banding atas keputusan komisi independen. Karena itu, perkembangan kasus ini masih menunggu proses hukum lebih lanjut. Van Gaal menyadari bahwa perkembangan tersebut tidak akan mengubah apa yang telah terjadi dalam perjalanan kariernya bersama Manchester United. "Saya tidak bisa memutar kembali sejarah sekarang. Bahkan Asosiasi Sepak Bola Inggris pun tidak bisa melakukannya," kata Van Gaal. Pernyataan itu menggambarkan kekecewaan sang pelatih terhadap akhir masa jabatannya di Old Trafford. Kegagalan menembus Liga Champions pada 2016 bukan hanya berdampak pada posisi Manchester United di kompetisi Eropa, tetapi juga menjadi bagian penting dari keputusan klub untuk mengakhiri kerja sama dengannya.