Jakarta (ANTARA) - Komitmen terhadap pelestarian lingkungan pesisir kembali diwujudkan melalui kolaborasi Mangrove Jakarta Impact dan Digital Edge Indonesia dalam kegiatan konservasi terpadu di Pulau Tidung.
Memasuki pelaksanaan kegiatan yang keempat, kolaborasi ini menggabungkan penanaman mangrove, restorasi terumbu karang, pelepasan ikan, serta Beach Cleanup Day.
Founder Mangrove Jakarta Impact, Paundra Hanutama dalam keterangannya, Selasa menekankan bahwa konservasi perlu dilaksanakan secara konsisten dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
“Kegiatan keempat bersama Digital Edge Indonesia ini menunjukkan bahwa konservasi membutuhkan komitmen dan kesinambungan. Kita tidak hanya berbicara tentang menanam 5.000 mangrove atau 500 terumbu karang, tetapi juga bagaimana memastikan setiap aksi memiliki nilai edukasi dan membangun kepedulian masyarakat. Ketika mangrove, terumbu karang, dan kebersihan pantai dijaga secara bersama, kita sedang membangun fondasi lingkungan yang lebih sehat untuk generasi mendatang,” ujar Paundra.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan perusahaan, komunitas, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperluas dampak program konservasi. Menurutnya, kegiatan lingkungan akan semakin bermakna ketika diikuti dengan edukasi, pemantauan, dan tanggung jawab bersama.
Dari perspektif keberlanjutan perusahaan, kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana program lingkungan dapat menghubungkan kontribusi bisnis dengan kebutuhan ekosistem dan masyarakat pesisir.
Andrew Rigoli, Chief Sustainability Officer Digital Edge Indonesia, menyampaikan pandangan mengenai pentingnya keterlibatan perusahaan dalam mendukung upaya konservasi.
“Sustainability is about taking meaningful action and building long-term partnerships that create positive impact. Through our continued collaboration with Mangrove Jakarta Impact, we aim to support the protection of coastal ecosystems while encouraging our people and partners to participate in environmental initiatives. This fourth activity reflects our commitment to making sustainability part of how we engage with communities and the environment,” ujar Andrew Rigoli.
Kegiatan penanaman, pelepasan ikan, dan pembersihan pantai menjadi bentuk keterlibatan langsung yang dapat memperkuat kesadaran lingkungan di lingkungan perusahaan.
Kolaborasi berkelanjutan juga memberikan ruang untuk mengevaluasi kebutuhan konservasi dan mengembangkan program yang lebih relevan bagi masyarakat setempat.
Pelaksanaan Beach Cleanup Day menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan di Pulau Tidung. Sebanyak 300 kilogram sampah dikumpulkan sebagai hasil aksi pembersihan kawasan pantai yang dilakukan bersama peserta dan pihak terkait. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa persoalan sampah pesisir membutuhkan perhatian secara konsisten, bukan hanya ketika kegiatan lingkungan diselenggarakan.
Sampah yang berada di kawasan pantai berpotensi mengganggu kualitas lingkungan dan memberikan dampak terhadap kehidupan biota apabila tidak ditangani dengan baik. Melalui aksi pembersihan, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir dan mengurangi timbulan sampah.
Edukasi mengenai pengelolaan sampah dan perilaku bertanggung jawab juga menjadi bagian yang perlu terus diperkuat dalam program konservasi berikutnya.
Kolaborasi Mangrove Jakarta Impact dan Digital Edge Indonesia di Pulau Tidung menjadi bagian dari perjalanan program lingkungan yang telah memasuki pelaksanaan keempat. Keberlanjutan kegiatan menunjukkan adanya ruang untuk membangun hubungan jangka panjang antara perusahaan, komunitas, dan masyarakat dalam mendukung konservasi pesisir.
Target penanaman 5.000 mangrove dan 500 terumbu karang, pelepasan ikan, serta pengumpulan 300 kilogram sampah menjadi rangkaian aksi yang menggabungkan aspek pemulihan ekosistem dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Namun, manfaat konservasi dalam jangka panjang juga membutuhkan pemeliharaan, pemantauan, serta evaluasi terhadap kondisi ekosistem setelah kegiatan berlangsung. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, berbagai pihak dapat terus mengembangkan pendekatan konservasi yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan kawasan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran bahwa menjaga lingkungan pesisir merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan konsistensi dan partisipasi aktif.
Rangkaian aksi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem laut dan pesisir melalui keterlibatan langsung berbagai pihak.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 5.000 bibit mangrove dan 500 terumbu karang menjadi bagian dari target konservasi yang dijalankan bersama.
Selain itu, kegiatan pembersihan pantai berhasil mengumpulkan sekitar 300 kilogram sampah, menunjukkan pentingnya aksi nyata dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir.
Kolaborasi ini juga menegaskan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan kesinambungan program dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.
Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.