Liputan6.com, Jakarta - Mandi susu oat menjadi salah satu perawatan rumahan yang dapat membantu menenangkan kulit kering, gatal, dan sensitif. Oat mengandung sejumlah senyawa yang memiliki sifat anti-inflamasi serta membantu mempertahankan kelembapan kulit, sehingga bahan sederhana ini juga banyak digunakan dalam produk perawatan kulit.

Oatmeal yang digunakan untuk perawatan kulit umumnya berupa colloidal oatmeal, yaitu oat yang digiling sangat halus hingga dapat tercampur dengan air. Jenis oatmeal ini mengandung pati dan beta-glukan yang membantu mempertahankan air pada kulit sekaligus mendukung fungsi lapisan pelindung kulit, melansir Healthline, Kamis (24/9/2026).

Colloidal oatmeal memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang berkaitan dengan berbagai senyawa di dalam oat, termasuk vitamin E.

Selain manfaat kelembapan, colloidal oatmeal juga dapat membantu kulit mempertahankan pH normal, memperlambat pelepasan histamin pada sel yang terlibat dalam reaksi alergi, serta membantu membersihkan kulit melalui saponin yang memiliki aktivitas menyerupai sabun.

Kandungan tersebut membuat oatmeal digunakan dalam berbagai produk perawatan kulit, mulai dari produk mandi, pembersih wajah, masker, pelembap, losion, hingga gel cukur. Produk berbahan oatmeal juga kerap ditujukan untuk kulit yang mengalami iritasi atau kondisi tertentu seperti eksim.

Oat telah lama digunakan secara topikal untuk membantu menenangkan kulit dan meredakan rasa gatal, sementara penggunaan colloidal oatmeal sebagai bahan kosmetik mulai semakin dikenal sejak abad ke-20.

Oat Milk Tidak Sama dengan Colloidal Oatmeal

Manfaat Mandi Susu Oat untuk Mengatasi Kulit Kering dan Sensitif

Perbesar

Manfaat Mandi Susu Oat untuk Mengatasi Kulit Kering dan Sensitif (Foto: Unsplash)

Istilah “mandi susu oat” dapat merujuk pada perawatan menggunakan campuran berbahan dasar oat, tetapi bahan yang digunakan tidak selalu sama dengan oat milk yang tersedia sebagai minuman.

Dalam perawatan kulit, bentuk yang lebih umum digunakan adalah colloidal oatmeal, yaitu oatmeal yang telah diproses menjadi partikel sangat halus untuk digunakan secara topikal.

Perbedaan tersebut penting karena oat milk dibuat untuk dikonsumsi, sedangkan colloidal oatmeal memang diformulasikan agar dapat digunakan pada kulit. Produk oat milk komersial juga dapat mengandung bahan tambahan lain, seperti pemanis, minyak, garam, atau bahan pengawet, tergantung formulanya.

Komposisi tersebut membuat produk minuman tidak otomatis memiliki fungsi atau karakteristik yang sama dengan bahan oatmeal yang digunakan dalam produk perawatan kulit.

Cara Membuat Mandi Oat di Rumah

Manfaat Mandi Susu Oat untuk Mengatasi Kulit Kering dan Sensitif

Perbesar

Manfaat Mandi Susu Oat untuk Mengatasi Kulit Kering dan Sensitif (Foto: Unsplash)

Mandi oat dapat dibuat menggunakan rolled oats tanpa tambahan gula, garam, perasa, atau bahan lain. Oat kemudian perlu digiling menggunakan blender atau alat penggiling hingga menjadi bubuk sangat halus yang mudah tercampur dengan air.

Air mandi sebaiknya berada pada suhu hangat dan tidak terlalu panas. Mulai dengan sekitar setengah cangkir oat untuk satu bak mandi, kemudian jumlahnya dapat ditingkatkan hingga sekitar satu setengah cangkir sesuai kebutuhan.

Oat yang telah dihaluskan dapat langsung dicampurkan ke dalam air atau dimasukkan ke dalam kain tipis yang diikat agar sisa bahan lebih mudah dibersihkan setelah mandi. Durasi berendam sebaiknya dibatasi sekitar 15 menit untuk menghindari kulit kehilangan kelembapan.

Kulit sebaiknya tidak digosok setelah berendam karena gesekan dapat memperparah iritasi. Tubuh cukup dikeringkan dengan menepuk-nepuk menggunakan handuk, kemudian dilanjutkan dengan penggunaan pelembap untuk membantu mempertahankan kelembapan kulit.

Perhatikan Risiko Alergi Sebelum Mencoba

Manfaat Mandi Susu Oat untuk Mengatasi Kulit Kering dan Sensitif

Perbesar

Manfaat Mandi Susu Oat untuk Mengatasi Kulit Kering dan Sensitif (Foto: Unsplash)

Colloidal oatmeal secara umum dinilai aman digunakan pada kulit, tetapi bukan berarti bebas dari risiko reaksi alergi. Sebagian orang dapat mengalami gatal, pembengkakan, kemerahan, atau perubahan warna kulit setelah terpapar komponen oatmeal.

Mandi oatmeal dapat dilakukan pada anak-anak dan bayi dengan penggunaan yang sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terutama untuk bayi berusia di bawah enam bulan.

Gejalanya dapat berkembang dengan cepat, termasuk kesulitan bernapas, pembengkakan, pusing, jantung berdebar, gatal-gatal, hingga kehilangan kesadaran. Jika gejala tersebut muncul setelah penggunaan oatmeal, kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera.

Pengguna yang memiliki riwayat alergi terhadap oatmeal atau bahan tertentu juga sebaiknya lebih berhati-hati sebelum memasukkannya ke dalam rutinitas perawatan kulit.