Pemain Manchester United di sesi latihan

Manchester United mulai menunjukkan perubahan besar dalam cara mereka berbelanja pemain. Klub Liga Inggris itu tak lagi sekadar mengejar nama besar atau menggelontorkan uang sebanyak mungkin, melainkan mulai mencari pemain yang dianggap sepadan dengan harga yang dibayar.

Pola tersebut mengingatkan pada perubahan yang dilakukan PSG. Klub Prancis itu pernah dikenal sebagai salah satu pembeli paling royal di bursa transfer sebelum perlahan mengubah pendekatannya menjadi lebih terukur.

PSG Lebih Dulu Tinggalkan Era Transfer Mewah

PSG pernah menjadikan kekuatan finansial sebagai senjata utama. Dua transfer terbesar dalam sejarah sepak bola datang ketika mereka mendatangkan Neymar dan Kylian Mbappe ke Parc des Princes.

Kesuksesan domestik memang mengikuti. Namun, target utama PSG tetap Liga Champions.

Perubahan baru terasa ketika klub meninggalkan era transfer “bling-bling” dan mulai menggunakan strategi yang lebih matang. Mereka mengurangi ketergantungan terhadap pembelian supermahal dan lebih banyak bergerak di kisaran 40-80 juta euro atau sekitar Rp760 miliar hingga Rp1,52 triliun.

Hasilnya cukup jelas.

BERITA TERBARU:

Dalam dua tim PSG yang memenangkan Liga Champions, Khvicha Kvaratskhelia menjadi pemain termahal yang direkrut dengan nilai 80 juta euro, sekitar Rp1,52 triliun. Angka tersebut bahkan masih berada di bawah batas transfer yang telah dilewati lima dari enam klub besar tradisional Premier League dalam 12 bulan terakhir.

Manchester United menjadi pengecualian.

Man United Mulai Mengikuti Pola Yang Sama

Perubahan pendekatan itu membuat aktivitas Manchester United di bursa transfer terasa lebih lambat. Klub kini tampaknya lebih berhati-hati dalam menentukan harga dan kualitas pemain yang akan direkrut.

Strategi transfer United berada di bawah pengawasan direktur sepak bola Jason Wilcox bersama direktur rekrutmen Christopher Vivell. Mereka tidak lagi menjadikan besarnya nama sebagai ukuran utama sebuah pembelian.

Elliot Anderson menjadi salah satu contoh. United membiarkannya bergabung dengan Manchester City dengan nilai 135 juta euro atau sekitar Rp2,57 triliun. Sumber menilai angka tersebut termasuk salah satu harga yang terlalu tinggi di pasar musim panas ini.

Daripada ikut perang harga, United memilih pendekatan berbeda.

Benjamin Sesko, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha memang tetap membutuhkan biaya besar, masing-masing berada di sekitar angka 75 juta euro atau sekitar Rp1,43 triliun. Namun, ketiganya sudah menunjukkan alasan mengapa Manchester United bersedia mengeluarkan investasi tersebut.

Senne Lammens bahkan disebut sebagai salah satu perekrutan terbaik musim ini setelah didatangkan dengan harga 21 juta euro, sekitar Rp399 miliar.

Itu gambaran yang cukup berbeda dari Manchester United yang selama bertahun-tahun kerap diasosiasikan dengan belanja mahal.

Transfer Tielemans dan Andrey Santos Jadi Ujian

Musim ini, United juga mendatangkan Youri Tielemans dan Andrey Santos dari Aston Villa serta Chelsea. Total biaya kedua pemain mencapai 97 juta euro atau sekitar Rp1,84 triliun.

Di atas kertas, transaksi tersebut dinilai lebih cerdas dibandingkan sejumlah aktivitas transfer Manchester City, Tottenham, bahkan Arsenal.

Tetap ada masalah yang tidak bisa dihindari.

Kekuatan finansial Premier League membuat mendapatkan pemain dengan harga murah bukan pekerjaan mudah. Status Manchester United sebagai klub yang secara historis dikenal gemar mengeluarkan uang juga membuat klub penjual memiliki alasan untuk meminta harga maksimal.

Karena itu, strategi baru United bukan berarti mereka tidak akan membayar mahal.

Bedanya, uang tersebut harus diarahkan kepada pemain yang memang dianggap tepat.

Setan Merah Tidak Perlu Menangkan Persaingan Transfer

Perubahan terpenting mungkin justru terletak pada tujuan akhirnya. Manchester United tidak lagi berusaha memenangkan bursa transfer dengan merekrut pemain paling terkenal atau menghabiskan uang paling banyak.

Mereka ingin setiap pembelian memiliki alasan yang jelas.

Cara tersebut memang bisa membuat proses transfer terasa lebih lambat dan terkadang membuat United kehilangan pemain incaran. Namun, pendekatan seperti inilah yang sebelumnya membantu PSG berubah dari klub yang identik dengan pembelian mewah menjadi tim yang lebih cermat dalam membangun skuad.

  • Tag
  • Manchester United
  • Rumor Transfer