Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:02 WIB
VIVA – Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dikabarkan tertarik membajak Hajime Moriyasu dari Timnas Jepang untuk menangani Harimau Malaya. Namun, ambisi tersebut berpotensi membutuhkan biaya besar karena gaji pelatih berpengalaman asal Negeri Sakura itu diperkirakan mencapai Rp1 miliar per bulan.
Baca Juga
Nama Moriyasu mencuat setelah media Jepang, Sakanowa, melaporkan dirinya masuk dalam bursa kandidat pelatih anyar Malaysia. Rumor tersebut kemudian ikut disorot media Vietnam, Tien Phong, di tengah kabar bahwa FAM tengah mencari juru taktik asing dengan reputasi tinggi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jika serius ingin merekrut Moriyasu, FAM harus menyiapkan anggaran yang sepadan dengan pengalaman dan rekam jejak sang pelatih bersama Jepang.
Baca Juga
Agen sepak bola Malaysia, Effendi Jagan Abdullah, menjelaskan bahwa biaya untuk mendatangkan pelatih asing berkualitas tinggi di level Asia setidaknya mencapai US$30 ribu atau sekitar Rp510 juta per bulan.
"Jika menginginkan pelatih yang berada di level tertinggi dan bernama besar di Asia, saya rasa paling minim FAM harus menyiapkan dana sekitar US$30 ribu per bulan," ujar Effendi, dikutip dari Berita Harian.
Baca Juga
Menurut Effendi, angka tersebut bahkan bisa meningkat hingga dua kali lipat untuk pelatih papan atas seperti Moriyasu. Artinya, FAM berpotensi mengeluarkan sekitar US$60 ribu atau Rp1 miliar setiap bulan jika ingin mendapatkan jasa pelatih Timnas Jepang tersebut.
"Jadi, FAM perlu siap berinvestasi besar-besaran karena kita tidak bisa hanya mempekerjakan pelatih biasa-biasa saja untuk mengelola skuad Harimau Malaya. Kita perlu memastikan kita mendapatkan pengembalian yang baik atas nilai investasi," ucap Effendi.
Meski rumor perekrutan Moriyasu mulai berembus, FAM belum mengonfirmasi adanya pendekatan resmi. Presiden FAM, Datuk Ab Ghani Hassan, justru membantah bahwa pihaknya sudah melakukan negosiasi atau menghubungi sang pelatih secara langsung.
"Belum ada langkah konkret dari pihak FAM. Kami masih akan mendiskusikan masalah ini secara mendalam," kata Ghani.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Saat ini, Malaysia masih ditangani pelatih interim Tan Cheng Hoe, yang baru saja membawa Harimau Malaya finis di posisi ketiga FIFA ASEAN Cup 2026.
Di sisi lain, kontrak Moriyasu bersama Timnas Jepang dijadwalkan berakhir pada awal 2027. Piala Asia 2027 pun berpotensi menjadi turnamen terakhirnya bersama Samurai Biru.
Halaman Selanjutnya
Situasi tersebut membuat masa depan Moriyasu menarik untuk dicermati. Namun, hingga kini, belum ada kepastian bahwa Malaysia benar-benar akan membajak pelatih Jepang tersebut.