asiawebawards.com
  • 2026-08-10 23:06:50 +0000 UTC

    Aug 10, 2026

    Makin Kalap, Trump Minta Kompensasi dari Perang yang Dimulainya di Iran |Republika Online

    REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump pada hari Senin menuntut agar Iran memberikan kompensasi kepada para korban serangan, konflik, dan penindasan dalam negeri yang ia tuduhkan sebagai ulah Teheran. Langkah ini menambahkan syarat baru dalam negosiasi mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. 

    Tuntutan tersebut muncul setelah Iran menegaskan kembali bahwa Washington harus memberikan ganti rugi atas kerusakan akibat serangan AS dan Israel selama lebih dari lima bulan sebelum jalur perairan strategis itu dapat dibuka kembali sepenuhnya. 

    "Ini adalah gagasan yang menarik karena sekarang saya juga menuntut kompensasi dari Iran, bagi semua orang yang telah mereka tewaskan dan lukai parah akibat bom pinggir jalan serta berbagai konflik yang mereka lakukan," tulis Trump di media sosial. 

    "Saya telah menginstruksikan para perwakilan saya untuk memasukkan hal ini secara tegas ke dalam setiap negosiasi di masa mendatang.”

    Trump juga menyerukan pemberian kompensasi bagi keluarga korban tewas dalam unjuk rasa anti-pemerintah di Iran serta korban tewas dalam pengeboman kapal USS Cole di Yaman pada bulan Oktober 2000. Serangan terhadap kapal perusak Angkatan Laut AS tersebut—yang menewaskan 17 pelaut Amerika dan melukai lebih dari 30 orang lainnya—dikaitkan oleh FBI dengan al-Qaeda, bukan Iran

    Patut diingat bahwa eskalasi kali ini dimulai serangan ilegal AS dan Israel ke Iran pada Februari 2026 lalu. Sejauh ini serangan tersebut telah menewaskan ribuan orang di Iran termasuk anak-anak dan perempuan.

    Sedangkan di Lebanon, reaksi terhadap serangan itu ditingkahi Israel dengan melakukan bombardir yang membunuh lebih dari 4.000 orang. 

    Aksi-aksi agresi AS dan politik luar negerinya di Timur Tengah sejauh ini menimbulkan ratusan ribu korban jiwa di Irak, Afganistan, Suriah, Libya, Yaman, dan Palestina.

    Saat berbicara kepada para wartawan di Gedung Putih, ia menegaskan kembali tuntutannya akan kompensasi dan menyatakan bahwa AS memiliki kemampuan untuk meningkatkan eskalasi konflik jika mereka memilih untuk melakukannya. 

    "Kami tentu memiliki kemampuan itu jika kami ingin melakukannya," ujar Trump. "Ya, Anda akan segera tahu." Ia juga mengklaim bahwa militer Amerika menguasai Selat Hormuz dan blokade yang dilakukannya "tak mungkin gagal".

    "Kami telah menyapu ranjau di seluruh selat tersebut," tambah Trump. "Namun, kami menguasai selat itu sepenuhnya. Apakah mereka bisa memicu masalah? Ya, mereka bisa saja membuat masalah, tetapi kondisi keuangan mereka sedang terpuruk."

    2026-08-10 23:06:50 +0000 UTC