Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Mahasiswa Universitas Jember yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (BEM FKG) menggandeng Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Insisivus FKG dan Fakultas Pertanian mengolah ampas kopi menjadi kombucha untuk obat kumur lansia yang ramah lingkungan.
Ketua Tim PPK Ormawa BEM FKG Unej, Annisa Fitriyani Sholeha mengatakan pemanfaatan ampas kopi menjadi kombucha untuk obat kumur karena di Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember itu memiliki potensi kopi yang sangat besar sekaligus persoalan limbah ampas kopi yang belum dimanfaatkan secara optimal.
"Banyak limbah ampas kopi yang belum tergunakan, sehingga kami berinovasi membuat obat kumur menggunakan Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY) dengan bahan dasar ampas kopi," katanya di Jember, Jumat.
Menurutnya, ampas kopi terlebih dahulu dikeringkan dan disterilkan, kemudian diolah menjadi seduhan sebelum difermentasi menggunakan SCOBY selama sekitar tujuh hari dan hasil fermentasi tersebut kemudian dikembangkan sebagai bahan obat kumur.
"Inovasi itu diarahkan untuk membantu menjaga kesehatan rongga mulut lansia karena salah satu persoalan yang dihadapi lansia adalah menurunnya produksi saliva atau air liur, sehingga mekanisme self-cleansing rongga mulut juga berkurang dan kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan rongga mulut, termasuk kandidiasis oral," tuturnya
Baca juga: Mahasiswa Unej ubah limbah kulit kopi jadi camilan kaya antioksidan
Ia mengatakan fungsinya obat kumur untuk membantu self-cleansing lansia, jadi setelah berkumur, rongga mulut diharapkan menjadi lebih bersih
Pihaknya mencatat sekitar 90 persen masyarakat Desa Pace memiliki kebiasaan mengonsumsi kopi, sehingga menghasilkan ampas kopi yang selama ini belum termanfaatkan. Pada sisi lain, kesehatan gigi dan mulut lansia masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian, sehingga tim menghadirkan KOMPI (Kombucha Ampas Kopi) sebagai salah satu solusi preventif berbasis potensi lokal.
Produk tersebut masih dalam tahap pengembangan dan belum dipasarkan secara komersial karena tim akan melakukan pengujian laboratorium serta memastikan aspek keamanan dan persyaratan lain sebelum diarahkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Selain inovasi kesehatan gigi dan mulut, mahasiswa FKG Unej juga mengembangkan Pangan Aquaponik yakni sistem yang memadukan budidaya ikan dan tanaman dalam satu media sederhana yakni ikan lele dan tanaman pakcoy sebagai komponen utama karena dinilai dapat menjadi sumber protein dan sayuran yang mendukung pemenuhan nutrisi lansia.
Pengembangan aquaponik itu menjadi bagian penting karena mengidentifikasi keterbatasan akses, pengetahuan, dan kemandirian pangan sebagai salah satu persoalan pemenuhan nutrisi lansia di Desa Pace. Melalui teknologi sederhana itu, masyarakat diharapkan mampu membangun sumber pangan mandiri sekaligus meningkatkan kualitas hidup lansia.
Sementara itu, Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Kabupaten Jember, Imam Sudarmaji mengatakan Pemkab Jember terbuka untuk terus bersinergi dengan perguruan tinggi dalam mengembangkan inovasi berbasis potensi desa.
"Inovasi pemanfaatan ampas kopi menjadi produk kesehatan merupakan bentuk hilirisasi yang dapat memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal. Ampas kopi bisa diekstrak lagi menjadi bahan obat kumur untuk kesehatan,” katanya.
Ia berharap kegiatan itu memberikan motivasi kepada masyarakat bahwa bukan hanya kopinya yang memiliki nilai, tetapi ampas kopinya pun masih bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai tambah.
Pewarta: Zumrotun Solichah
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.