Mahasiswa UMY diversifikasi Wisata Budaya Sambirejo di Sleman

Kamis, 10 September 2026 20:00 WIB

Image Print

Ilustrasi - Wisatawan mengunjungi lokasi wisata Tebing Breksi di Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat (8/11/2024). Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mencatat hingga akhir September 2024 pendapatan sektor pariwisata untuk pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp283,53 milar. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/YU

Sleman (ANTARA) - Tim mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengembangkan empat program diversifikasi wisata budaya di Kalurahan Sambirejo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, guna memperlama durasi kunjungan wisatawan di kawasan Tebing Breksi.

"Kami tidak ingin sekadar membuat event, tetapi mencoba mengembangkan beberapa alternatif atraksi wisata yang bisa memperkaya pengalaman wisatawan di Sambirejo," kata Ketua Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) EDSA PBI UMY Reva Audya Harianto dalam keterangan tertulisnya di Sleman, Kamis.

Ia mengatakan empat program utama yang dihadirkan meliputi Sambirejo Cultural Lab, Sambirejo Guide Academy, Sambirejo Temple Trail, dan Narasimha Sunset Show.

Reva menjelaskan Sambirejo Temple Trail merupakan jalur jelajah sejarah sepanjang 7,3 kilometer yang melintasi Candi Banyunibo, Candi Barong, Arca Ganesha, dan Spot Riyadi, dengan titik awal serta akhir di Tebing Breksi. Program ini digarap berkolaborasi dengan Jogja International Heritage Walk.

Sementara itu, Narasimha Sunset Show merupakan pertunjukan teatrikal yang digelar di Tebing Breksi menjelang matahari terbenam.

Pertunjukan tersebut diangkat dari kisah penemuan arca Narasimha di Bukit Ijo pada 1975, dengan menggabungkan seni drama, tari, musik, dan cerita visual (visual storytelling).

Reva menyebut antusiasme masyarakat dan wisatawan terhadap deretan program ini sangat tinggi.

Kuota program Camping Kalcer dan Sambirejo Temple Trail habis dipesan dalam waktu kurang dari satu jam setelah publikasi, sedangkan pementasan Narasimha Sunset Show dipadati ratusan penonton.

Pengembangan wisata ini dikerjakan melandaskan kolaborasi bersama Pemerintah Kalurahan Sambirejo, pengelola Tebing Breksi, pengelola Watu Payung, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), serta pemuda setempat.

"Keterlibatan masyarakat justru menjadi salah satu bagian paling penting dalam program ini. Bahkan KIM menjadi pelaksana bersama mahasiswa dalam program Sambirejo Temple Trail," katanya.

Ia berharap seluruh atraksi wisata ini dapat terus berjalan secara mandiri dan berkelanjutan oleh warga lokal meskipun masa program mahasiswa telah usai.

"Saat ini, Sambirejo Temple Trail tengah disiapkan menjadi paket tur jalan kaki (walking tour) komersial yang dikelola langsung oleh KIM Sambirejo, sejalan dengan slogan program Gumregah Budayane, Sumunar Wisatane (budaya dan wisata semakin hidup)," katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mahasiswa UMY diversifikasi Wisata Budaya Sambirejo di Sleman

Pewarta : Sutarmi
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026