asiawebawards.com
  • 2026-08-05 20:37:22 +0000 UTC

    Aug 05, 2026

    Mahasiswa KKN UNP 2026 tumbuhkan budaya peduli lingkungan di Nagari Tanjuang Bonai

    Padang (ANTARA) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) Tahun 2026 melalui Program Peduli Lingkungan Hidup Nagari, mengenalkan inovasi mengelola sampah kepada masyarakat di Nagari Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

    Menurut Ketua Kelompok KKN UNP Nagari Tanjuang Bonai, Dio Novriandi selama ini tutup botol plastik bekas, daun-daun yang berguguran, hingga minyak jelantah, hanya dianggap sebagai limbah. Padahal, sampah tersebut dapat disulap menjadi produk bernilai ekonomi.

    “Lewat kegiatan KKN ini, kami mengenalkan inovasi mengelola sampah rumah tangga, dan mengajak masyarakat mengelola sampah dengan lebih baik, sehingga membuka peluang usaha berbasis daur ulang,” katanya di Padang, Rabu.

    Ia menjelaskan program ini lahir dari kepedulian terhadap persoalan sampah rumah tangga yang masih menjadi tantangan di Nagari Tanjuang Bonai.

    “Melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, mahasiswa KKN berupaya membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar menjaga kebersihan lingkungan, melainkan juga dapat memberikan manfaat ekonomi apabila dilakukan secara tepat,” jelasnya.

    Sebagai langkah awal, mahasiswa KKN bersama masyarakat membentuk Bank Sampah sebagai wadah pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

    Kepengurusan bank sampah disusun bersama warga dan dilengkapi dengan sistem administrasi sederhana, buku tabungan nasabah, serta mekanisme penimbangan sampah.

    “Kehadiran bank sampah ini diharapkan dapat mengubah cara pandang masyarakat bahwa sampah bukan lagi sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat menjadi sumber nilai ekonomi jika dikelola secara berkelanjutan.

    Kesadaran tersebut, kemudian diperkuat melalui kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.

    Dalam kegiatan ini, masyarakat dikenalkan pada prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) sebagai langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, untuk mengurangi jumlah sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

    Tidak berhenti pada sosialisasi, mahasiswa KKN juga memberikan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami.

    Sementara itu, sampah anorganik seperti botol plastik dan tutup botol dikumpulkan melalui bank sampah, untuk diolah menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki nilai guna sekaligus nilai jual.

    Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian masyarakat Jorong Kotoniu, adalah pelatihan pembuatan gantungan kunci dari tutup botol bekas.

    Melalui sentuhan kreativitas, limbah plastik yang sebelumnya tidak bernilai diubah menjadi kerajinan tangan yang menarik dan berpotensi menjadi produk usaha.

    “Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kreativitas sederhana mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya.

    Kegiatan mahasiswa KKN UNP di Nagari Tanjung Bonai, dilaksanakan dari 6 Juli hingga 4 Agustus, diikuti oleh 35 mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi, dengan Dosen Lapangan Dr. Dony Permana, M. Si.

    Selain mengelola sampah, mahasiswa KKN UNP juga mengenalkan potensi sumber daya lokal, melalui pelatihan pembuatan totebag ecoprint di Jorong Kotoniu.

    Dedaunan yang banyak ditemukan di sekitar lingkungan jorong, digunakan untuk menghasilkan motif alami pada kain sehingga menghasilkan produk yang unik, ramah lingkungan, dan memiliki nilai estetika tinggi.

    Kemudian, mahasiswa KKN UNP juga mengenalkan teknik pewarnaan alami, sehingga pelatihan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya produk kreatif berbasis potensi lokal.

    Inovasi lainnya, adalah pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah oleh Mahasiswa KKN UNP Jorong Situgar.

    Minyak bekas yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan, diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

    “Melalui inovasi sederhana ini, masyarakat diajak melihat bahwa limbah rumah tangga masih memiliki potensi besar apabila dikelola dengan kreativitas dan pengetahuan yang tepat,” katanya.

    Seluruh rangkaian kegiatan mendapat dukungan dari Pemerintah Nagari, perangkat jorong, serta masyarakat yang terlibat aktif dalam setiap pelaksanaannya.

    Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

    Kepala Jorong Kotoniu serta Situgar mengapresiasi pelaksanaan Program Peduli Lingkungan Hidup Nagari yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang.

    Menurut mereka, program tersebut memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sekaligus membekali warga dengan keterampilan mengolah limbah menjadi produk yang bernilai ekonomi.

    "Program ini sangat bermanfaat karena tidak hanya mengajarkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," kata Kepala Jorong Kotoniu, Epianto Putra.

    Melalui Program Peduli Lingkungan Hidup Nagari, mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan, tetapi juga mampu menumbuhkan kreativitas, memperkuat semangat gotong royong, serta membuka peluang ekonomi berbasis pengelolaan limbah.

    Sejalan dengan semangat "Basamo Mangko Manjadi", sinergi antara mahasiswa, pemerintah nagari, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah nyata menuju Nagari Tanjuang Bonai yang lebih bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan.

    Pelaksanaan program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

    2026-08-05 20:37:22 +0000 UTC