asiawebawards.com
  • 2026-08-06 23:02:38 +0000 UTC

    Aug 06, 2026

    Ma'ruf Amin Ungkap Empat Kriteria Ideal Calon Ketum PBNU

    AKURAT.CO Wakil Presiden ke-13 RI, K.H. Ma'ruf Amin, menegaskan bahwa penentuan Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) sepenuhnya menjadi kewenangan Muktamar sebagai forum permusyawaratan tertinggi organisasi. Karena itu, ia enggan berspekulasi mengenai siapa sosok yang layak memimpin NU pada periode mendatang.

    Pernyataan tersebut disampaikan Ma'ruf Amin usai peluncuran buku Fikrah, Manhaj, dan Harakah Nahdliyah dalam Perspektif K.H. Ma'ruf Amin di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

    "Pertanyaan terakhir yang pertama untuk bagaimana pemimpin NU ke depan saya serahkan pada muktamar. Muktamar itu lembaga tertinggi. Nah, muktamar itu nanti yang akan menentukan siapa pun yang harus memimpin ya muktamar," kata Ma'ruf Amin.

    Ia mengajak seluruh warga NU menghormati mekanisme organisasi yang telah berjalan selama ini.

    "Kita semua orang NU harus setuju sebab forum tertinggi dan yang berwenang untuk memilih pengurus adalah muktamar. Kita berharap berdoa semoga muktamar berjalan dengan baik sesuai dengan harapan kita semua. Saya kira itu. Jawaban saya tetap Muktamar," ujarnya.

    Baca Juga: Maruf Amin: Capres Harus Adu Gagasan, Bukan Gimmick 

    Meski menyerahkan sepenuhnya kepada Muktamar, Ma'ruf menjelaskan bahwa NU sejak lama memiliki pedoman mengenai sosok yang layak menjadi pemimpin organisasi. Menurutnya, ada empat kriteria utama yang harus dimiliki calon Ketua Umum.

    Kriteria pertama adalah faqih, yakni memiliki kapasitas keilmuan yang memadai.

    "Kriteria sudah ada. Kriteria itu sudah ada sejak dulu sudah ada. Dia harus seorang faqih, satu. Kedua dia harus seorang munadzim, organisatoris. Sebab NU itu organisasi. Kalau tidak mengerti organisasi, mengatur, nanti diatur," katanya.

    Selain menguasai ilmu agama dan memiliki kemampuan manajerial, seorang pemimpin NU juga harus berperan sebagai muharrik atau penggerak organisasi.

    "Nah yang ketiga itu muharrik, menggerakkan. Sebab NU itu gerakan, harakah. Menggerakkan itu kayak dinamo. Dinamo itu menggerakkan bukan kayak gasing. Kalau gasing itu kan muter gerak sendiri saja, nggak menggerakkan. Nah kalau tidak menjadi penggerak maka dia digerakkan," ujarnya.

    Kriteria keempat adalah memiliki integritas dan menjaga kehormatan diri.

    "Dia harus faqih, harus munadzim, harus muharrik, tentu saja harus apa namanya itu wirai, ya tawaru orang wirai lah, terjaga. Terjaga itu tidak terlibat yang tidak betul, tidak baik-baik. Ya harus bersihlah misalnya itu," katanya.

    Baca Juga: Menag dan Ketum PBNU Hadiri Peluncuran Buku Pemikiran KH Ma'ruf Amin Jelang Muktamar NU

    Ma'ruf juga mengingatkan bahwa sesuai mekanisme organisasi, Ketua Umum terpilih tetap harus memperoleh persetujuan dari Rais Aam.

    "Nah Ketua Umum itu harus mendapat persetujuan dari Rais Aam dengan kriteria-kriteria sudah ada. Saya kira itu sudah lama menjadi kriteria. Tapi ujungnya tetap yang menentukan adalah Muktamar," ujar Ma'ruf Amin.

    2026-08-06 23:02:38 +0000 UTC