Lulusan PKN Jateng diminta bawa perubahan
Lulusan PKN Jateng diminta bawa perubahan
Jumat, 14 Agustus 2026 23:16 WIB
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno. (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)
Semarang (ANTARA) - Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengingatkan para lulusan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) untuk bisa membawa perubahan nyata di lingkungan kerjanya sekembalinya dari pendidikan.
"Yang terpenting adalah dampak dari pelaksanaan PKN ini nanti terhadap teman-teman peserta setelah kembali bekerja,” katanya, di Semarang, Jumat, saat Penutupan PKN Tingkat II Angkatan VII di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Jateng.
Pelatihan yang berlangsung selama lebih dari empat bulan itu tidak berhenti pada kelulusan sehingga inovasi yang dirancang peserta diharapkan terus diterapkan setelah mereka kembali ke instansi masing-masing.
Menurut dia, dampak setelah peserta kembali bekerja menjadi hal penting dari pelaksanaan PKN karena mereka merupakan para pemimpin yang diharapkan mampu menerapkan hasil pembelajaran untuk menggerakkan organisasi dan meningkatkan kinerja.
Peserta tidak cukup hanya menyelesaikan pelatihan, tetapi harus mampu menerapkan apa yang diperoleh selama mengikuti PKN di tempat tugas masing-masing.
Ia juga menekankan pentingnya keteladanan pemimpin dalam membangun budaya kerja dan integritas organisasi.
Pemimpin, kata dia, harus menjadi contoh karena sikap dan perilakunya akan memengaruhi jajaran di bawahnya.
Karena itu, Sumarno berharap para peserta yang telah kembali ke instansi masing-masing dapat menjadi pemimpin yang mampu menggerakkan organisasi, memberi contoh, serta menerapkan inovasi yang telah diperoleh selama proses pembelajaran.
Sementara itu, Kepala BPSDM Jateng Uswatun Hasanah mengatakan pihaknya akan terus menindaklanjuti inovasi yang telah dirancang peserta, dan meminta peserta untuk memastikan inovasi tersebut benar-benar dilaksanakan.
"Kami masih akan mengundang dan menagih teman-teman semuanya untuk membuat inovasi atau melaksanakan inovasi tersebut," katanya.
PKN tersebut berlangsung pada 7 April hingga 14 Agustus 2026, dan diikuti 45 peserta, terdiri atas lima peserta dari kementerian/lembaga, empat dari Pemprov Jateng, 26 dari pemerintah kabupaten, dan 10 dari pemerintah kota.
Seluruh peserta dinyatakan lulus, dan sebanyak 15 peserta memperoleh predikat sangat memuaskan, sedangkan 30 peserta dinyatakan memuaskan.
Selama pelatihan, peserta juga mengikuti Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman mengangkat empat tema yang berkaitan dengan ketahanan pangan.
Lima peserta terbaik PKN, yakni Moh. Edy Sukarno dari Kabupaten Semarang, Siswo Hartanto dari Kota Salatiga, Agus Sugiharto dari Provinsi Jawa Tengah, serta Bayu Adhinugroho Arianto dan Mia Banulita dari Kejaksaan RI.
Kelimanya memperoleh piagam penghargaan dan medali, sementara seluruh peserta yang dinyatakan lulus mendapatkan Surat Tanda Tamat Pelatihan yang diterbitkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.