Jakarta (ANTARA) - Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B (Manggarai-Velodrome) melakukan uji coba operasional dan layanan perdana sebelum beroperasi secara penuh bagi masyarakat.

Uji coba operasional melibatkan berbagai kelompok peserta dari kalangan media dan kreator, meliputi media cetak dan elektronik, media luar ruang (out-of-home media), media daring, Key Opinion Leader (KOL), serta kreator konten guna memberikan gambaran secara langsung mengenai kesiapan operasional dan kualitas layanan LRT Jakarta kepada publik.

"Kami bersyukur akhirnya masyarakat bisa segera merasakan langsung sarana transportasi LRT Jakarta Fase 1B yang kami bangun penuh ketelitian dan perhitungan demi memberikan pengalaman terbaik bagi penumpang," kata Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis.

Paulus

mengatakan uji coba ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan layanan transportasi publik berbasis kereta api modern kepada masyarakat. Mereka dapat merasakan secara langsung layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai setelah berbagai rangkaian tes menyeluruh dan terstruktur.

Dia menambahkan, perseroan mengutamakan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan dalam proses konstruksi. Konsistensi itu terlihat dari angka pencapaian 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan (lost time injury) pada pekerjaan LRT Jakarta 1B.

Baca juga: Pramono sebut tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai akan dievaluasi

"Capaian tersebut menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan proyek yang berada di tengah padatnya lalu lintas Jakarta serta ruang terbatas seperti pembangunan LRT Jakarta Fase 1B. Hal ini turut memperkuat rekam jejak kami sebagai BUMN Konstruksi dengan pengalaman lebih dari 65 tahun membangun beragam infrastruktur," jelas Paulus.

Ia menuturkan, pada proyek milik PT Jakarta Propertindo (Perseroda) tersebut, Perseroan membangun jalur sepanjang 6,4 kilometer dilengkapi lima stasiun mencakup Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, serta Manggarai. Semua stasiun LRT Jakarta dirancang agar bisa terintegrasi dengan angkutan umum lainnya.

Misalnya, Stasiun Manggarai yang terintegrasi langsung dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, layanan bus Transjakarta, dan kereta bandara menuju Bandara Soekarno-Hatta.

"Kami meyakini, kehadiran LRT tidak hanya mendukung konektivitas perkotaan tapi juga akan berdampak positif terhadap lingkungan karena mengurangi emisi karbon, sehingga mendorong target Net Zero Emission (NZE) pemerintah," demikian Paulus.

Uji coba operasional LRT Jakarta diikuti oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta bersama jajaran Direksi PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dan PT LRT Jakarta.

Dalam uji coba kali ini, LRT Jakarta dioperasikan sebanyak dua kali perjalanan pulang-pergi atau round trip menggunakan dua trainset. Masing-masing perjalanan melayani rute Stasiun Kelapa Gading–Stasiun Manggarai dan kembali ke Stasiun Kelapa Gading.

Selama masa uji coba, LRT Jakarta beroperasi dengan kecepatan maksimum 40 km per jam dan berkapasitas layanan maksimal 100 penumpang.

Baca juga: Penyempurnaan LRT Velodrome-Manggarai demi kenyamanan pelanggan

Baca juga: Hampir selesai, Pram sebut LRT Velodrome-Manggarai capai 97,99 persen

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.