Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan Forum Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) guna memperkuat peningkatan literasi keuangan para usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Bupati Lombok Timur Haerul Warisin di Lombok Timur, Rabu mengatakan potensi besar yang dimiliki daerah mulai dari sektor pertanian yang membentang luas, peternakan, perkebunan, hingga perikanan dan kelautan.
"Kelengkapan potensi daerah ini menjadikan Lombok Timur sebagai kawasan dengan jumlah UMKM terbesar di NTB," katanya.
Ia mengatakan pada 2026 pemda telah mengucurkan suntikan dana Rp20 miliar untuk mendukung permodalan UMKM.
Karena itu bupati mengingatkan agar para pelaku usaha tidak hanya berfokus pada kuantitas atau jumlah produksi semata.
"Hal yang jauh lebih penting adalah meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk agar mampu menembus pasar nasional," ujarnya.
"Keberagaman ini sebagai modal sosial dan ekonomi yang sangat baik, yang perlu diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan," katanya.
Menurut Bupati, sangat disayangkan apabila daerah memiliki produk yang bagus, tetapi tidak didukung oleh kemampuan manajemen yang memadai serta pemahaman pasar yang baik, sebab seluruh alur proses, mulai dari produksi hingga menghasilkan nilai ekonomi, membutuhkan pemahaman literasi keuangan yang matang di era sekarang.
"Melimpah nya hasil bumi Lombok Timur membutuhkan sentuhan tata kelola, manajemen, pembiayaan, dan strategi pemasaran yang baik dari para pelaku UMKM," katanya.
"Dari total program yang berjalan, sebanyak 7 desa berdaya transformatif dan 64 desa berdaya tematik di Lombok Timur akan menerima bantuan transfer dana langsung ke masyarakat," katanya.
Ia mengatakan untuk memastikan dana tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan produktif dan tidak konsumtif, pentingnya pendampingan literasi keuangan.
"Sebanyak 144 pendamping disiagakan untuk mengawal keluarga penerima manfaat, membenahi tata kelola keuangan, serta mendorong pengembangan UMKM lokal agar berdaya saing ekspor," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026