LKBN ANTARA latih mahasiswa teknik penulisan standar kantor berita
Jumat, 4 September 2026 20:22 WIB
LKBN ANTARA saat memberikan pelatihan kepada UKM Pers beberapa universitas di Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)
Kendari (ANTARA) - Perum LKBN ANTARA memberikan pelatihan jurnalistik bertema Teknik Dasar Penulisan Berita Standar Kantor Berita kepada para mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers beberapa universitas di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perum LKBN ANTARA tahun 2026, yang menyasar mahasiswa unit kegiatan mahasiswa (UKM) pers dan calon jurnalis sebagai insan pers di masa mendatang.
Kepala Biro ANTARA Sultra Zabur Karuru saat ditemui di Kendari, Jumat, mengatakan bhawa kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya ANTARA dalam mempersiapkan regenerasi di bidang jurnalistik.
"Ini salah satu usaha ANTARA untuk menciptakan regenerasi ke depannya, khususnya di bidang jurnalistik," kata Zabur.
Ia menjelaskan, UHO dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki jumlah mahasiswa jurnalistik dan penggiat pers kampus yang cukup banyak berdasarkan riset yang dilakukan ANTARA.
"Berdasarkan riset dari ANTARA, UHO ini salah satu kampus yang mahasiswa jurnalistiknya itu banyak, maka dari itu kita laksanakan kegiatan ini di UHO," ujarnya.
Menurut Zabur, materi yang diberikan dalam pelatihan tidak hanya membahas teknik penulisan berita pada media daring, tetapi lebih menekankan pada karakteristik penulisan kantor berita.
"Yang diajarkan ini mengenai menulis gaya kantor berita, bukan gaya media online. Nanti diajarkan bagaimana menulis menggunakan standar kantor berita secara internasional supaya ke depannya mereka bisa masuk ke mana saja," jelasnya.

Selain pelatihan, ANTARA juga menyiapkan program lanjutan untuk memperluas ruang belajar jurnalistik bagi mahasiswa, salah satunya dengan membentuk newsroom yang dapat menjadi wadah bagi pers mahasiswa.
"Komitmen kami ke depan akan membentuk newsroom bagi persma, jadi siapa pun yang tertarik bisa bergabung. Kami akan bentuk sebuah grup atau wadah bersama dari kampus mana saja untuk jadi tempat edukasi teman-teman mahasiswa," ungkap Zabur.
Sementara itu, Ketua Program Studi Jurnalistik UHO La Ode Herman Halika menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, kemampuan menulis berita merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dikuasai mahasiswa jurnalistik dan anggota UKM pers.
"Penulisan berita dalam jurnalistik itu sangat penting karena bisa melatih mahasiswa, khususnya di Prodi Jurnalistik, untuk mengembangkan keilmuan dan kompetensi mereka dalam menulis berita. Tidak hanya saat di kelas, tapi juga caranya nanti saat meliput, menulis, atau menerbitkan suatu berita itu kan ada tekniknya. Maka dari itu saya sangat bersyukur sekali dengan kehadiran ANTARA di jurusan Jurnalistik ini," ucap Herman.
Ia menilai pelatihan tersebut dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperkuat kemampuan praktis yang tidak hanya diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas.
Herman berharap mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi dapat langsung mempraktikkan teknik penulisan berita yang telah diberikan.
"Pesannya itu agar mahasiswa dapat memahami kegiatan ini kemudian mempraktikkan bagaimana cara menulis berita dengan baik dan benar," tambah Herman.
Sebelumnya, Perum LKBN ANTARA juga memberikan literasi media para mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk menghadapi era digital.
Direktur Utama (Dirut) Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar saat ditemui di Kendari, Kamis, mengatakan bahwa melalui pemahaman literasi media, para mahasiswa diharapkan dapat memperkuat wawasan dan kesiapan beradaptasi di tengah pesatnya perkembangan era digital serta kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Ia menyampaikan bahwa literasi mengenai peran kantor berita dan media massa sangat penting untuk membangkitkan kembali semangat jurnalisme yang relevan bagi kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara.
"Tugas kita adalah membuka wawasan dan harapan agar mereka betul-betul menjadi lulusan yang siap pakai dan memiliki wawasan global. Tanpa wawasan global, mereka akan mendapat tekanan lebih besar dan kalah bersaing di tengah kompleksitas era digital," kata Benny.
Benny juga memberikan apresiasi terhadap antusiasme mahasiswa ilmu komunikasi dan jurnalistik FISIP UHO yang dinilainya sangat tinggi dan tidak kalah dengan mahasiswa di Jakarta maupun Pulau Jawa lainnya.
Sebagai bekal praktis menghadapi era digital, Benny membagikan tips keberhasilan yang dirangkum dalam konsep BMW, yakni bergaul untuk membentuk pola komunikasi sendiri, membaca guna memperkaya kosakata dan konsep program berbasis pengetahuan, serta wisata (traveling) agar mampu membandingkan kondisi dan mengasah kemampuan memberikan solusi.
Sementara itu, Dekan FISIP UHO Prof Eka Suaib menilai penguatan literasi media dari LKBN ANTARA merupakan wujud nyata adaptasi kurikulum perguruan tinggi dalam merespons tantangan zaman, terutama hadirnya teknologi AI.
"Salah satu tantangan utama yang dihadapi jurnalis dan lulusan saat ini adalah pesatnya perkembangan artificial intelligence. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dipersiapkan agar memiliki kompetensi untuk bersaing di tingkat lokal, regional, hingga nasional," ucap Eka.
Ia menambahkan bahwa pihak fakultas juga akan memfasilitasi mahasiswa untuk mengikuti program magang di berbagai lembaga media massa sebagai bekal praktis menghadapi persaingan kerja di masa depan.
Dalam literasi media tersebut, ANTARA juga menghadirkan jurnalis senior Virgie Baker sebagai pemateri dalam memberikan penguatan terhadap para mahasiswa jurusan jurnalistik dan Ilmu Komunikasi FISIP UHO, untuk terus belajar di tengah era digital saat ini.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: ANTARA latih mahasiswa UKM Pers teknik penulisan standar kantor berita
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.