Tingkat literasi masyarakat Lampung mengenai penjaminan simpanan masih berada di bawah rata-rata nasional. Kondisi ini mendorong Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkuat edukasi keuangan, terutama kepada generasi muda.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan literasi penjaminan simpanan di Lampung baru mencapai sekitar 58 persen, sementara rata-rata nasional sebesar 62,51 persen. Pengetahuan masyarakat mengenai LPS bahkan baru mencapai 46,31 persen.

“Lampung ini secara rata-rata masih di bawah nasional pengetahuan mengenai LPS dan masih perlu ditingkatkan,” kata Anggito dalam konferensi pers jelang Lampung Financial Festival (LFF) 2026 di Lampung, dikutip Sabtu, 5 September 2026.

Menurutnya, terdapat kesenjangan antara masyarakat yang mengetahui bahwa simpanannya dijamin dengan masyarakat yang mengetahui lembaga yang memberikan jaminan tersebut.

“Jadi ada gap antara literasi terhadap penjaminan dan literasi atau pengetahuan terhadap LPS,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi dasar LPS memilih Lampung sebagai lokasi penyelenggaraan LFF 2026. Edukasi akan diarahkan kepada masyarakat agar memahami jumlah simpanan yang dijamin, persyaratan penjaminan, serta cakupan penjaminan LPS.

Penguatan literasi juga secara khusus menyasar pelajar dan mahasiswa. LPS menilai kelompok tersebut menjadi sasaran penting untuk meningkatkan pemahaman keuangan sejak dini.

“Kami akan booster dulu. Target kami adalah anak-anak SMA dan mahasiswa. Kalau yang sudah profesional kan sudah paham,” kata Anggito.

Melalui LFF 2026, edukasi tidak hanya membahas penjaminan simpanan, tetapi juga pengelolaan keuangan, risiko transaksi dan investasi, serta produk dan layanan keuangan.

LPS juga akan mengukur dampak kegiatan tersebut terhadap literasi masyarakat Lampung. Survei lanjutan akan dilakukan sekitar satu pekan setelah kegiatan dengan melibatkan lembaga independen, seperti perguruan tinggi.

“Seminggu sesudahnya kami meminta lembaga independen, biasanya kampus, untuk melakukan survei ini. Kami harapkan Lampung ratingnya bisa naik,” pungkas Anggito.

Lampung Financial Festival 2026 digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu, 5-6 September 2026 di Novotel Bandar Lampung. Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

Selain edukasi dan diskusi seputar keuangan, LFF 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan interaktif serta hiburan musik. Masyarakat yang ingin hadir dapat melakukan registrasi terlebih dahulu untuk mengikuti rangkaian acara.

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.