Lintasarta: Ekosistem BPD menjawab tantangan ancaman serangan siber
Lintasarta: Ekosistem BPD menjawab tantangan ancaman serangan siber
Jumat, 7 Agustus 2026 06:01 WIB
President Director/ CEO Lintasarta Armand Hermawan (kiri) menyepakati kerja sama dengan sejumlah bank pemerintah daerah dalam BPD Summit 2026 di Semarang, Kamis (6/8/2026). ANTARA/I.C. Senjaya
Semarang (ANTARA) - President Director/ CEO Lintasarta Armand Hermawan menilai perlu dibangun ekosistem bank-bank pembangunan daerah sebagai upaya menghadapi tantangan serangan siber yang semakin canggih.
"Perbankan harus jadi ekosistem yang besar. Untuk mengantisipasi serangan siber, semua harus dijaga," kata Armand saat membuka Bank Pembangunan Daerah (BPD) Summit 2026 di Semarang, Kamis.
Ia menilai serangan siber akan menyerang lebih dahulu suatu entitas yang paling lemah atau lengah.
Ia menjelaskan, Lintasarta menghadirkan solusi Intelligent Core, yakni platform yang mengintegrasikan empat layanan utama meliputi Connectivity, Cloud Computing, Cyber Security, dan Collaboration berbasis AI.
"Seluruh layanan tersebut dirancang saling terintegrasi sehingga mampu mendukung kebutuhan digitalisasi industri perbankan secara menyeluruh," katanya.
Ia mencontohkan BPD harus memiliki cloud sebagai kedaulatan yang dikuasai oleh pemakainya sendiri.
“Kami tidak hanya menyediakan konektivitas, tetapi konektivitas yang aman. Kami juga menghadirkan cloud yang memiliki kedaulatan karena seluruh pengelolaan dilakukan di Indonesia dengan sumber daya manusia Indonesia, sehingga keamanan dan penguasaan data tetap terjaga,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, penggunaan kecerdasan buatan ke depan juga diperlukan agar tidak tertinggal dari perkembangan teknologi.
"Perbankan bisa mengadopsi kecerdasan buatan secara tepat karena keamanan terhadap ancaman kecerdasan buatan juga diperlukan," katanya.
Sementara Sekretaris Jenderal Asosiasi Bank Pembangunan Daerah Rokidi menilai kolaborasi ini yang menjadi bagian dari upaya menjadikan BPD semakin ulet, kontributif, dan kompetitif.
"BPD merupakan orkestrator ekonomi daerah. Kolaborasi ini memperkuat kapabilitas talenta digital dan membuka ruang berbagi praktik terbaik antar-BPD, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga ke pelaku usaha dan masyarakat di daerah," katanya.
BPD Summit 2026 di Semarang diikuti 27 BPD dari seluruh Indonesia dengan fokus pada digitalisasi, keamanan siber, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI).
Penyelenggaraan forum tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni mempererat silaturahmi antar-BPD, memperkuat implementasi digitalisasi dan keamanan siber, serta memperkenalkan solusi digital terintegrasi yang dapat dimanfaatkan seluruh BPD.
Baca juga: 182 potensi serangan siber tiap detik lewat internet
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.