Lima tim haus juara di musim NBA 2026/2027

Minggu, 18 Oktober 2026 21:51 WIB

Image Print

Para pemain bintang dari enam tim yang akan berlaga di pembukaan musim NBA 2026/2027. (ANTARA/X/NBA)

Jakarta (ANTARA) - Musim reguler NBA 2026/2027 resmi dibuka pada Selasa (20/10) waktu Amerika Serikat dengan menyajikan tiga laga pembuka: Boston Celtics bertandang ke markas Detroit Pistons, Philadelphia 76ers menantang New York Knicks, serta Oklahoma City Thunder bertamu ke kandang San Antonio Spurs.

Lima tim tersebut paling dijagokan juara pada musim NBA 2026/2027 turun pada malam yang sama, termasuk Knicks yang akan mengerek panji juara perdana mereka sejak 1973 di Madison Square Garden.

Sejumlah analis menempatkan lima tim di urutan teratas kandidat juara. Thunder dan Spurs berada setara di puncak, disusul 76ers, Knicks, serta Celtics. Urutan ini lazim dibaca sebagai power rankings. Namun, daftar tersebut sebenarnya lebih menarik bila dibaca sebagai peta alur waktu (timeline).

Setiap tim berada di fase berbeda dalam jendela juara (championship window) mereka. Ada yang baru saja terbuka, ada yang tengah mencapai puncak, dan ada pula yang mulai menyempit. Posisi inilah yang bakal menentukan pendekatan mereka dalam mengarungi 82 pertandingan ke depan.

Peta Wilayah Barat

San Antonio memegang jendela juara paling lebar. Spurs menutup musim lalu dengan rekor 62–20 (62 menang, 20 kalah) dan menyingkirkan juara bertahan Thunder dalam tujuh gim di Final Wilayah Barat, sebelum akhirnya menyerah lima gim dari Knicks di Final NBA 2026.

Hampir seluruh pilar utama mereka di babak playoff dipertahankan musim ini. Bintang muda Victor Wembanyama baru saja menandatangani perpanjangan kontrak lima tahun senilai 252 juta dolar AS. Wemby sebenarnya bisa saja mengajukan kontrak supermax di atas 300 juta dolar AS, tetapi ia memilih nilai yang lebih rendah agar klub memiliki ruang finansial (cap space) untuk membangun skuad yang solid tanpa terbentur batasan gaji (salary cap).

Keputusan tersebut memberi Spurs sesuatu yang jarang dimiliki pesaingnya: kesabaran. Persiapan pramusim mereka memang sempat terganggu cedera, mulai dari Tobias Harris yang absen akibat cedera betis kiri hingga De'Aaron Fox yang melewatkan dua laga awal lantaran kaku pinggul.

Namun, tim ini tidak sedang dikejar tenggat. Pekerjaan rumah Spurs lebih bersifat internal. yakni memperbaiki eksekusi pada menit-menit krusial yang menjadi sumber kekalahan mereka di partai final, sambil memberi ruang berkembang bagi Stephon Castle dan Dylan Harper.

Di sisi lain, Oklahoma City Thunder menghadapi hitungan waktu yang jauh lebih ketat. Thunder melepas Luguentz Dort, Isaiah Joe, dan Aaron Wiggins demi menekan beban gaji. Lonjakan gaji Shai Gilgeous-Alexander pada musim 2027/2028 berpotensi memaksa Thunder melepas para pemain pendukung, bahkan mempertimbangkan opsi merelakan Jalen Williams atau Chet Holmgren demi mematuhi aturan pembatasan gaji (apron/salary cap).

Situasi ini menjadikan musim 2026/2027 sebagai ujian penting bagi trio andalan Thunder. Manajer Umum Sam Presti optimistis skuad saat ini memiliki peluang menjuarai liga sama besarnya seperti saat mereka bertahta pada 2025. Di saat yang sama, Gilgeous-Alexander mengusung misi pribadi mengejar gelar MVP ketiga secara beruntun, capaian langka yang sejauh ini hanya diukir Bill Russell, Wilt Chamberlain, dan Larry Bird.

Kunci utama Thunder ada pada Holmgren. Meski menempati urutan kedua dalam pemungutan suara Defensive Player of the Year, kontribusi serangannya merosot saat Final Wilayah Barat. Selama Thunder masih menelan delapan kekalahan dari 12 duel terakhir melawan Spurs, dominasi di musim reguler belum bisa menjadi jaminan gelar.

Beban juara

Knicks bertengger tepat di puncak juara musim lalu, posisi yang paling sulit dipertahankan.

Lima pilar starter saat menjuarai musim lalu, yakni Jalen Brunson, Karl-Anthony Towns, OG Anunoby, Mikal Bridges, dan Josh Hart, memang kembali utuh. Namun, Brunson baru pulih dari operasi pergelangan tangan kiri, sementara negosiasi perpanjangan kontrak Towns dan Hart belum menemui titik terang. Kehilangan Mitchell Robinson, benteng pertahanan di bawah ring yang hijrah ke Boston, kian memperumit situasi.

Kekuatan Knicks pada playoff lalu lahir dari keharmonisan lima pemain yang saling melengkapi. Namun, kekompakan semacam itu rentan goyah oleh ketidakpastian. Secara historis, belum ada juara bertahan NBA yang sanggup mempertahankan gelarnya sejak 2018. Selain itu, kelima starter Knicks masing-masing telah menguras stamina dengan bermain lebih dari 6.000 menit dalam dua musim terakhir.

Dengan kondisi tersebut, tantangan terbesar bagi pelatih Mike Brown musim ini berada di luar papan taktik: menjaga energi dan dinamika ruang ganti agar tetap bergelora, persis seperti ketika mereka masih berstatus sang pemburu gelar.

Persaingan Timur

Philadelphia 76ers memang memiliki skuad bertabur bintang, tetapi keutuhan mereka masih memicu tanda tanya. LeBron James, pencetak angka terbanyak sepanjang masa NBA bergabung lewat kontrak dua tahun bernilai minimum setelah delapan musim membela Lakers. Namun, megabintang tersebut akan menginjak usia 42 tahun pada Desember mendatang.

Pilar utama Sixers, Joel Embiid, hanya tampil dalam 109 pertandingan selama tiga musim terakhir akibat rentetan cedera. Bahkan, Embiid belum pernah lagi bermain dalam dua laga beruntun (back-to-back) sejak Januari 2024.

Kendati demikian, kehadiran Jaylen Brown yang berpadu dengan Tyrese Maxey dan VJ Edgecombe membuat Sixers memiliki komposisi starter paling bertalenta di liga saat ini. Masalahnya, dari lima laga pramusim yang telah dilakoni, kelima pemain bintang tersebut baru sekali melantai bersama.

Keinginan mengamankan posisi unggulan (top seed) menuntut kehadiran para bintang secara konsisten sepanjang musim reguler. Padahal, peluang juara Sixers sangat bergantung pada kebugaran mereka saat memasuki playoff pada Mei mendatang. Pada titik inilah kelihaian pelatih Nick Nurse mengelola menit bermain (load management) bakal lebih menentukan nasib Philadelphia ketimbang deretan nama besar di daftar skuadnya.

Sementara itu, Boston Celtics justru menempuh jalan berseberangan. Celtics melepas Brown untuk mendatangkan veteran 36 tahun, Paul George, ditambah dua hak pilih draft putaran pertama dan dua putaran kedua. Dengan komposisi skuad saat ini, hirarki tim Celtics kini tegas berpusat pada Jayson Tatum.

Meski begitu, Tatum sendiri sempat dibatasi 16 laga di musim reguler lalu dengan akurasi tripoin 32,9 persen akibat cedera robek tendon achilles pada playoff 2025. Namun, dalam laga kembalinya setelah 163 hari menepi, ia tampil bak telah pulih total dengan membukukan 23 poin saat Celtics menggulung Sixers 144–106.

George pun telah menyatakan kesiapannya menopang Tatum sebagai opsi kedua. Kini, persoalan Boston relatif lebih sederhana ketimbang Philadelphia: menjaga ketahanan fisik dua forward utama yang sama-sama memiliki riwayat cedera panjang.

Dari kelima tim kandidat juara tersebut, hanya Spurs yang bisa memandang musim ini sebagai satu pijakan dari rencana jangka panjang. Empat tim lainnya bertanding di bawah bayang-bayang tenggat masing-masing, baik berupa faktor usia, urusan kontrak, maupun beban mempertahankan gelar.

Laga pembuka antara Thunder dan Spurs di San Antonio tak sekadar mengulang memori sengit Final Wilayah Barat 2026 yang berlangsung tujuh gim, tetapi juga menjadi panggung pembuktian awal bagi dua kandidat terkuat MVP: Shai Gilgeous-Alexander versus Victor Wembanyama.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026