Lima penerbangan Palembang-Jakarta dibatalkan, dampak erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 09:35 WIB

Image Print

Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan. (ANTARA/A Rafli Baiduri)

Palembang (ANTARA) - Sebanyak lima penerbangan rute Palembang–Jakarta dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan dibatalkan pada Minggu, karena dampak dari erupsi Anak Gunung Krakatau.

General Manager Bandara SMB II, Ahmad Syaugi, di Palembang, Minggu, mengatakan bahwa erupsi tersebut berdampak pada operasional penerbangan seusai penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.

"Pembatalan penerbangan ini dilakukan guna menjaga keselamatan penumpang maupun kru pesawat," kata Syaugi.

Adapun penerbangan dari Bandara SMB II menuju Bandara Soekarno-Hatta yang dibatalkan meliputi Indonesia AirAsia nomor penerbangan IU 921 jadwal berangkat pukul 06.00 WIB, Pelita Air IP 311 pukul 08.45 WIB, serta Garuda Indonesia GA 107 pukul 09.30 WIB.

Sementara itu, dua penerbangan dari Jakarta menuju Palembang yang terdampak yakni Pelita Air IP 310 dengan jadwal tiba pukul 08.00 WIB dan Garuda Indonesia GA 102 yang dijadwalkan tiba pukul 07.45 WIB.

Syaugi menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk memastikan penanganan bagi para penumpang yang terdampak pembatalan maupun penundaan penerbangan.

Tim operasional bandara secara berkala memperbarui informasi terkait perkembangan jadwal penerbangan pascaerupsi Anak Gunung Krakatau.

Masyarakat yang hendak bepergian melalui Bandara SMB II diimbau untuk memantau status penerbangan serta berkoordinasi langsung dengan pihak maskapai guna memastikan jadwal keberangkatan dan kedatangan.

Pihak manajemen Bandara SMB II terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan pelayanan optimal bagi pengguna jasa, seraya berharap kondisi erupsi Anak Gunung Krakatau dapat segera mereda.

Pewarta: A Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026