Likuidasi 7 BPR/BPRS Rampung di Semester I-2026, Bos LPS: 18 Masih dalam Proses
Senin, 3 Agustus 2026 - 22:23 WIB
VIVA – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu melaporkan, pihaknya telah menyelesaikan likuidasi sebanyak tujuh Bank Perekonomian Rakyat (BPR)/Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di sepanjang semester I-2026.
Baca Juga
Sementara 18 BPR/BPRS lainnya masih dalam proses likuidasi, dengan rata-rata waktu penyelesaian likuidasi sekitar 21 bulan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Terdapat delapan BPR/BPRS yang telah diputuskan untuk dilikuidasi dengan total simpanan layak bayar mencapai Rp 1,6 triliun, yang mencakup sebanyak 48.733 rekening," kata Anggito dalam konferensi pers hasil rapat KSSK di Kantor LPS, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Baca Juga
Konferensi Pers KSSK
Photo :
- [Mohammad Yudha Prasetya]
Dari hasil likuidasi tersebut, nilai simpanan yang masuk dalam coverage penjaminan (sampai dengan Rp 2 miliar) sebesar Rp 412,20 miliar.
Baca Juga
“Atas BPR/BPRS yang diresolusi dan dilikuidasi oleh LPS, mayoritas disebabkan oleh lemahnya tata kelola bank, persengketaan internal, dan pelanggaran ketentuan perbankan (fraud),” ujar Anggito.
Sementara dari sisi penjaminan, LPS melaporkan cakupan jumlah rekening yang dijamin tetap konsisten berada di atas 90 persen untuk bank umum maupun BPR/BPRS.
Per Juni 2026, jumlah rekening bank umum yang dijamin penuh sampai dengan Rp 2 miliar mencapai 99,94 persen, atau setara dengan 696 juta rekening. Sementara untuk BPR/BPRS mencapai 99,97 persen, atau setara dengan 15,5 juta rekening.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
LPS memproyeksi, perkembangan jumlah penduduk yang belum memiliki rekening (unbanked) turun menjadi 46,5 juta orang pada akhir tahun 2026, dibandingkan sebesar 49,7 juta orang pada akhir tahun 2025.
Sebagai tindak lanjut dari amendemen Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023, Anggito memastikan bahwa LPS akan terus melanjutkan persiapan Program Penjaminan Polis (PPP) yang akan berlaku paling lambat pada Januari 2028. (Ant).
BPS Pede Produksi Padi dan Jagung di Semester I-2026 Bakal Meningkat, Simak Proyeksinya
Ateng BPS menyampaikan bahwa produksi padi diperkirakan meningkat 7,02 persen, dari 4,01 juta ton GKG pada bulan Juni 2025 menjadi 4,29 juta ton GKG pada bulan Juni 2026.
VIVA.co.id
3 Agustus 2026