Taiyuan (ANTARA) - Selama libur Festival Pertengahan Musim Gugur dan Hari Nasional Tiongkok tahun ini, sejumlah kota kecil mulai menjadi destinasi wisata populer dan menarik semakin banyak wisatawan.

Wang Yinan, perempuan berusia 20-an, melakukan perjalanan seorang diri dari Beijing ke Ruicheng, Kota Yuncheng, Provinsi Shanxi, Tiongkok utara, saat libur Hari Nasional, khusus untuk mengunjungi kampung halaman Lyu Dongbin, salah satu dari Delapan Dewa yang ditampilkan dalam film animasi "All Wishes Come True!", yang kini populer di Asia Tenggara.

Di Istana Yongle, dia mengunjungi bangunan-bangunan peninggalan Dinasti Yuan (1271-1368) dan mengagumi mural Taoisme terkenal "Chaoyuantu". Dia juga menelusuri jejak budaya dari adegan dalam film tersebut, ketika Zhongli Quan dan Lyu Dongbin "berbincang tentang Taoisme sambil minum teh" di Aula Chunyang.

"Saya sangat gembira akhirnya bisa tiba di kampung halaman Lyu Dongbin," kata Wang. Baginya, perjalanan tersebut bukan sekadar mengikuti jejak tokoh dalam film, melainkan juga menjadi kesempatan untuk merasakan langsung budaya tradisional Tiongkok.

Pilihan Wang bukanlah fenomena yang berdiri sendiri. Seiring dengan semakin panjangnya masa liburan, jaringan transportasi yang terus berkembang, serta konsumsi pariwisata yang semakin mengutamakan pengalaman, perjalanan ke wilayah dan kota kecil mulai beralih dari pilihan khusus menjadi bagian dari pasar wisata arus utama.

Libur Festival Pertengahan Musim Gugur di Tiongkok berlangsung selama tiga hari, sedangkan libur Hari Nasional berlangsung selama tujuh hari, dengan tiga hari kerja di antara kedua periode libur tersebut. Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk memadukan hari libur dengan cuti tahunan berbayar guna memperpanjang masa liburan dan mendorong perjalanan di luar musim puncak.

Masa liburan yang lebih panjang memberi wisatawan lebih banyak kesempatan untuk menjelajahi kota kecil dan area pedesaan, alih-alih hanya mengunjungi kota populer dan objek wisata yang selama ini menjadi pilihan utama.

Di balik semakin populernya tempat wisata terdapat perubahan kebutuhan wisatawan. Yang Han, peneliti di Institut Riset Mahadata Qunar, sebuah platform perjalanan terpadu terkemuka di Tiongkok, mengatakan bahwa destinasi wisata di kota kecil mulai menunjukkan perkembangan pesat sekitar 2023-2024.

"Munculnya tren reverse tourism dan reverse summer escapes, serta perkembangan jaringan kereta cepat dan jaringan 'bandara kecil' regional, telah memudahkan wisatawan untuk mencapai pusat-pusat wilayah. Dibandingkan dengan kota-kota besar yang populer, pariwisata di kota-kota kecil lebih mengutamakan nilai sepadan dengan biaya yang dikeluarkan, suasana setempat, serta pengalaman mendalam untuk mengenal kehidupan dan budaya setempat," kata Yang.

Data juga menunjukkan tren tersebut. Pada 2024, objek-objek wisata berperingkat A di Ruicheng menerima 1,3 juta kunjungan wisatawan, naik 39,80 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut meningkat menjadi 1,5 juta pada 2025. Dari Januari hingga Agustus tahun ini, objek-objek wisata berperingkat A di wilayah itu menerima total 1,4 juta kunjungan, naik 40,18 persen (yoy).

Sementara itu, wilayah Tonglu di Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur, telah mengalihkan fokus dari persaingan dalam hal sumber daya ke persaingan dalam hal konten wisata. Selama libur Hari Nasional, Tonglu menerima 1,16 juta kunjungan wisatawan, dengan rata-rata sekitar 165.100 kunjungan per hari, naik 4,68 persen (yoy).

Tren serupa juga mulai terlihat di sejumlah wilayah lainnya. Pada 30 September, Jalan Malam Tianfu Qimiao di Jianli, Provinsi Hubei, Tiongkok tengah, menggelar sebuah acara prapembukaan. Pada hari pertama, tempat tersebut menerima 163.000 pengunjung dan dengan cepat menjadi destinasi wisata populer di tingkat wilayah.

Seiring dengan semakin banyaknya wisatawan Tiongkok yang memilih menghindari keramaian dan menjelajahi wilayah serta kota-kota kecil, destinasi yang sebelumnya kurang mendapat perhatian dalam rute wisata utama kini menjadi pendorong pertumbuhan baru bagi pasar pariwisata selama musim liburan di Tiongkok. Destinasi-destinasi tersebut menawarkan pengalaman budaya yang lebih beragam dan kesempatan untuk mengenal kehidupan setempat secara lebih autentik.

Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.