CNN Indonesia
Kamis, 17 Sep 2026 16:00 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
Pembalap Formula 1 sekaligus juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton, menyuarakan dukungan kepada rapper Macklemore yang didepak dari tur konser Ed Sheeran di Amerika buntut seruan membela Palestina dari atas panggung.
Dukungan tersebut disampaikan Hamilton langsung melalui kolom komentar di unggahan Instagram Macklemore yang tengah membahas pencoretan dirinya dari rangkaian Loop Tour.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terima kasih telah menggunakan suaramu, aku berdiri bersamamu," tulis Hamilton.
Pencoretan Macklemore terjadi usai dirinya secara konsisten menyuarakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina saat tampil dalam konser di Stadion MetLife, New Jersey, pada awal September 2026.
Langkah tegas itu diambil pihak promotor Messina Touring Group dengan dalih sejumlah pemilik venue menolak kehadiran sang rapper di atas panggung mereka.
Meski Ed Sheeran sempat merilis pernyataan resmi yang mengaku netral dan bergeming bahwa keputusan pencoretan murni berada di tangan promotor serta pemilik stadion, gelombang solidaritas justru kian menguat.
[Gambas:Video CNN]
Tak cuma Hamilton, deretan musisi pembuka lainnya, seperti Finneas, Lukas Graham, hingga Aaron Rowe juga mengambil sikap tegas dengan kompak mundur dari tur Sheeran sebagai protes atas pembungkaman tersebut.
Situasi krisis itu mendorong tim Ed Sheeran menggelar kompetisi bertajuk Open for Legends yang merupakan bentuk kerja sama dengan Guitar Center sejak Senin (14/9), demi menjaring musisi amatir independen.
Musisi yang terpilih nantinya diboyong menjadi penampil pembuka di konser Sheeran di Mexico City pada 11 Desember.
Dukungan dari musisi hingga figur publik mengalir deras untuk Macklemore setelah ia dikeluarkan dari rangkaian Loop Tour Ed Sheeran akibat membela Palestina di atas panggung.
Aktivis lingkungan Greta Thunberg juga turut menyuarakan dukungan terhadap Macklemore.
"Solidaritas penuh dan Palestina merdeka. Sikap diam yang nyata dari para seniman dalam menghadapi ketidakadilan dan genosida tidak akan dilupakan," tulis Greta.
Kreator konten edukasi anak, Ms. Rachel, turut melayangkan kritik terbuka dengan menyayangkan sikap bungkam industri hiburan terhadap tewasnya puluhan ribu anak-anak di Gaza.
"Ed Sheeran memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa kita tidak akan tunduk pada tekanan untuk menghukum orang-orang yang mendukung Palestina," tulis Ms. Rachel.
"Sebaliknya, ia justru mengalah kepada pihak-pihak yang menolak mengakui kenyataan yang diketahui dunia. Genosida sedang terjadi di Gaza. Kita semua harus angkat bicara mengenai hal ini."
(chri)