Banyuwangi (ANTARA) - Penerapan aturan kawasan tanpa rokok (KTR) di lembaga pendidikan dan kawasan wisata di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, meraih penghargaan Terbaik I Implementasi Kawasan Tanpa Rokok Provinsi Jawa Timur.

Kedua penghargaan tersebut diraih oleh wisata Pelabuhan Marina Boom untuk kategori tatanan Tempat Umum/Tempat Lain yang Ditetapkan dan SMA Negeri 1 Rogojampi untuk kategori tatanan Tempat Proses Belajar Mengajar.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Kamis, menyampaikan penghargaan ini menunjukkan bahwa upaya menciptakan lingkungan sehat di Banyuwangi mulai tumbuh sebagai gerakan bersama yang melibatkan berbagai sektor.

"Tentu kami bersyukur Banyuwangi meraih dua penghargaan Terbaik 1 sekaligus, harapannya capaian ini menjadi contoh dan motivasi bagi kita semua untuk semakin konsisten menerapkan kawasan tanpa rokok, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat, baik di ruang publik, tempat tinggal, destinasi wisata, lingkungan kerja, maupun sekolah," katanya.

Menurut Ipuk, implementasi kawasan tanpa rokok bukan semata-mata tentang larangan merokok, bahkan lebih dari itu merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran bersama untuk melindungi masyarakat dari paparan asap rokok sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.

"Ini yang akan terus kami masifkan untuk mewujudkan masyarakat Banyuwangi yang lebih sehat dan produktif, dan ini diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Di Pelabuhan Marina Boom, lanjut Ipuk, penerapan kawasan tanpa rokok dilakukan, di antaranya dengan pengaturan area merokok bagi pengunjung serta pemasangan rambu dan papan pengumuman larangan merokok.

Sedangkan di SMAN 1 Rogojampi, menerapkan kawasan tanpa rokok secara menyeluruh dan larangan merokok tidak hanya berlaku bagi siswa dan warga sekolah, tetapi juga wali murid serta tamu yang memasuki kawasan sekolah, dan upaya ini juga diperkuat dengan larangan penjualan rokok di warung-warung sekitar lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Amir Hidayat menambahkan dua penghargaan tersebut mencerminkan pentingnya dua strategi dalam pengendalian konsumsi rokok, yakni mencegah munculnya perokok baru, khususnya pada usia sekolah, serta melindungi masyarakat dari paparan asap rokok di ruang publik.

"SMAN 1 Rogojampi menunjukkan bagaimana sekolah dapat membangun lingkungan yang tidak menormalisasi perilaku merokok. Ini penting karena sekolah merupakan tempat pembentukan perilaku dan karakter generasi muda," katanya.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.