Legislator minta Pemkab Kotim antisipasi dampak kemarau panjang terhadap ketahanan pangan
Minggu, 4 Oktober 2026 08:45 WIB
Anggota Komisi II DPRD Kotim Zainuddin. ANTARA/Devita Maulina
Sampit (ANTARA) - Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Zainuddin meminta pemerintah kabupaten mengantisipasi dampak kemarau panjang terhadap sektor pertanian karena dinilai berpotensi mengganggu ketahanan pangan daerah.
“Sebagian besar hasil panen petani musim ini mengalami kegagalan. Kalau hujan turun pada Oktober, belum tentu lahan langsung bisa ditanami karena tanah sudah kering dan membutuhkan banyak air,” katanya di Sampit, Sabtu.
Zainuddin menjelaskan, kekeringan menyebabkan sebagian besar lahan pertanian, khususnya di wilayah selatan, mengalami kondisi cukup parah hingga tanaman padi petani gagal panen.
Kondisi tanah yang kering dan mulai mengalami retakan membuat petani belum dapat segera kembali mengolah lahan. Turunnya hujan dalam waktu singkat juga belum cukup untuk mengembalikan kondisi lahan agar siap ditanami.
Menurutnya, dampak kekeringan juga berpotensi menggeser jadwal musim tanam yang selama ini berlangsung sekitar Oktober hingga Maret.
“Apabila kondisi lahan baru memungkinkan untuk ditanami pada Desember, masa panen diperkirakan ikut bergeser hingga sekitar Maret 2027,” ujarnya.
Pergeseran tersebut perlu menjadi perhatian karena tidak hanya berdampak terhadap aktivitas petani, tetapi juga berpengaruh terhadap ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Terlebih, sebagian petani disebut telah menjual hasil panen sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Kondisi itu membuat persediaan pangan masyarakat berpotensi semakin terbatas apabila produksi dari petani belum kembali normal. Pemerintah daerah dinilai perlu menyiapkan langkah antisipasi sebelum dampak kekeringan meluas.
Zainuddin meminta pemerintah daerah menjaga ketersediaan bahan kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan kemungkinan kenaikan harga di tengah ancaman berkurangnya pasokan hasil pertanian.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menggelar operasi pasar atau pasar murah secara berkala, terutama di desa-desa yang wilayah pertaniannya terdampak kekeringan.
“Langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan selama petani belum bisa kembali menghasilkan panen,” lanjutnya.
Ia berharap kondisi kemarau berkepanjangan segera berakhir sehingga hujan kembali turun secara merata di wilayah Kotim. Ketersediaan air yang cukup akan menjadi faktor penting bagi petani untuk memulihkan lahan dan memulai kembali musim tanam.
“Kami berharap kemarau berkepanjangan ini segera berakhir dan hujan kembali turun secara merata. Dengan begitu, petani bisa kembali mengolah lahan dan memulai musim tanam sehingga produksi pangan di Kotim tetap terjaga,” demikian Zainuddin.
Baca juga: Bupati Kotim salurkan bantuan untuk MPA enam kecamatan wilayah utara
Baca juga: Posko Kesehatan PT Sukajadi Sawit Mekar hadir bantu warga terdampak karhutla di Kotawaringin Timur
Baca juga: Kunjungan di MPP Habaring Hurung turun 25 persen imbas kabut asap
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.