......Jangan sampai terjadi kelangkaan minyak goreng. Industri punya tanggung jawab memenuhi kebutuhan dalam negeri......

Semarang (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty meminta ekspor hasil produk minyak kepala sawit agar tidak sampai mengorbankan pemenuhan kebutuhan minyak goreng dalam negeri

"Jangan sampai terjadi kelangkaan minyak goreng. Industri punya tanggung jawab memenuhi kebutuhan dalam negeri," kata Evita saat memimpin kunjungan Komisi VII DPR di pabrik PT Berkah Emas Sumber Terang (BEST) di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Jumat.

Menurut dia, industri pengolahan dan hilirisasi minyak sawit memiliki posisi strategis dalam perekonomian.

"Tantangannya adalah bagaimana keunggulan tersebut ditransformasikan," katanya.

Ia mengapresiasi hilirisasi minyak kelapa sawit yang berujung pada ekspor produk turunan minyak sawit.

"Kita punya kemampuan menghasilkan produk bernilai tambah dan tembus pasar internasional," tambahnya.

Baca juga: Kemendag pastikan stok Minyakita aman, meski DMO CPO menyusut

Baca juga: Paspi: kebijakan DMO efektif jaga pasokan minyak goreng penuhi HET

Ia meminta kebutuhan nasional dipenuhi sebelum berorientasi pada ekspor.

Evita mencontohkan konsumsi minyak goreng Jawa Tengah yang mencapai 566 ton per hari.

"Kebutuhan di Jawa Tengah cukup tinggi, kita jangan sampai terjadi kelangkaan," katanya.

Sementara Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Percepatan Transformasi Industri 4.0, Andi Rizaldi mengatakan produksi minyak goreng sawit pada 2025 tercatat mencapai 24,45 juta kiloliter.

Sementara kebutuhan nasional, lanjut dia, sebesar 5,9 juta kiloliter atau sekitar 25 persen dari total produksi dalam negeri.

Adapun ekspor produk minyak kelapa sawit pada 2025 menurut dia, mencapai 14,24 juta kiloliter.

Baca juga: Bapanas usul DMO Minyakita naik jadi 60 persen demi stabilitas harga

Baca juga: Mendag: Kewajiban distribusi DMO jaga stabilitas harga minyakita

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.