asiawebawards.com
  • 2026-08-16 13:29:57 +0000 UTC

    Aug 16, 2026

    Lebih Kecil dari Lapangan Bola, Pulau Ini Dipadati 500 Orang dan Punya Kasino

    Jakarta -

    Di tengah luasnya Danau Victoria, terdapat sebuah pulau mungil dengan penduduk yang sangat padat. Namanya Migingo. Kendati begitu kecil, pulau itu lengkap dengan kasino dan tempat hiburan.

    Pulai Migingo hanya memiliki luas sekitar 2.000 meter persegi atau kurang dari setengah lapangan sepak bola. Pulau itu dihuni lebih dari 500 orang.

    Pulau tersebut berada di kawasan perbatasan Kenya dan Uganda. Bukan hanya karena dihuni ratusan orang, Migingo juga menjadi sorotan lantaran letaknya berada di perairan yang kaya ikan.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Sumber daya tersebut membuat pulau kecil ini memiliki nilai ekonomi sekaligus memicu perselisihan antara dua negara yang sama-sama mengklaim wilayahnya.

    Mengutip Al Jazeera, Minggu (16/8/2026), Migingo pada awalnya hanyalah gugusan batu karang kecil yang menonjol di permukaan Danau Victoria. Menurut Emmanuel Kisiangani, peneliti senior di Institute for Security Studies (ISS) Pretoria, Migingo dulu bahkan nyaris tidak dianggap sebagai sebuah pulau berpenghuni.

    Pulau Migingo, sebuah pulau batu mungil di Danau Victoria yang berada di perbatasan Kenya dan Uganda.Pulau Migingo, sebuah pulau batu mungil di Danau Victoria yang berada di perbatasan Kenya dan Uganda. (The Sun/AFP)

    Ketika permukaan Danau Victoria mulai surut pada awal 1990-an, bongkahan batu tersebut perlahan menarik perhatian para nelayan.

    Kini, hampir setiap sudutnya dipenuhi bangunan sederhana berdinding seng. Di ruang yang sangat terbatas itu terdapat rumah, warung, bar, salon, apotek, tempat usaha, hingga kasino dan tempat hiburan. The Sun juga melaporkan keberadaan lebih dari 200 kapal yang beroperasi dari pulau tersebut untuk membawa hasil tangkapan ke pasar di daratan.

    Kehidupan di Migingo jauh dari nyaman. Pulau itu dilaporkan tidak memiliki jaringan air mengalir, sistem pembuangan limbah, rumah sakit, maupun akses internet yang memadai. Ruang hidup yang sempit membuat para penghuni harus menjalani kehidupan secara berdesakan di antara bangunan-bangunan yang memenuhi pulau.

    Pulau terpadat di AfrikaPulau terpadat di Afrika (Yasuyoshi Chiba/AFP/Getty Images)

    Mengapa banyak orang mau tinggal di sana? Jawabannya ada di bawah permukaan air.

    Perairan di sekitar Migingo kaya akan ikan, terutama kakap nil yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Ketika hasil tangkapan di sejumlah wilayah Danau Victoria menurun akibat penangkapan berlebihan dan pertumbuhan eceng gondok, kawasan perairan dalam di sekitar Migingo tetap menjadi lokasi penting bagi nelayan.

    Besarnya nilai perdagangan ikan membuat aktivitas ekonomi di pulau tersebut terus berkembang. The Sun menyebut industri kakap nil di kawasan itu menghasilkan nilai ekspor hingga jutaan pound sterling. Bahkan, hasil tangkapan harian dari kawasan Migingo disebut dapat mencapai nilai sekitar 6.000 pound sterling atau Rp 144 juta.

    Karena itu, Migingo bukan sekadar tempat tinggal. Pulau tersebut menjadi semacam pusat aktivitas ekonomi bagi para nelayan yang datang untuk mencari ikan bernilai tinggi.

    Rebutan Kenya dan Uganda

    Di balik kesibukan tersebut, ada persoalan yang belum benar-benar selesai, siapa yang memiliki Migingo? Kenya dan Uganda sama-sama memiliki kepentingan terhadap pulau tersebut.

    Sengketa mengenai Migingo mencuat sejak 2004 dan kemudian berkembang menjadi persoalan diplomatik. Berdasarkan batas kolonial yang dibuat pada 1926, Kenya menyatakan Migingo berada di wilayahnya. Namun, Uganda juga pernah mengklaim yurisdiksi atas pulau tersebut.

    Upaya kedua negara untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui survei bersama beberapa kali menemui jalan buntu. Salah satu masalahnya adalah perbedaan penafsiran terhadap peta dan dokumen batas peninggalan kolonial.

    Penelitian mengenai sengketa itu juga menunjukkan bahwa peta-peta kolonial yang digunakan memiliki sejumlah ketidakjelasan sehingga sulit menjadi dasar tunggal untuk menentukan batas secara definitif.

    Pulau terpadat di AfrikaPulau Migingo, pulau terpadat di Afrika (Yasuyoshi Chiba/AFP/Getty Images)

    Ketegangan tersebut bahkan membuat Migingo kerap dijuluki "perang terkecil di Afrika". Uganda pernah menempatkan aparat keamanan di kawasan tersebut, sementara nelayan Kenya mengeluhkan penangkapan dan tindakan aparat Uganda. Kedua negara kemudian beberapa kali berupaya mengelola persoalan keamanan dan perikanan secara bersama.

    Pada 2009, kedua negara membentuk mekanisme bersama untuk menangani persoalan di sekitar Migingo. Namun, sengketa mengenai batas wilayah dan akses terhadap sumber daya ikan belum sepenuhnya hilang. Pada 2025, kedua negara juga mendorong kerja sama melalui skema izin penangkapan ikan bersama sebagai salah satu upaya meredakan ketegangan.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video "Video WHO Naikkan Status Risiko Ebola di Kongo Jadi 'Sangat Tinggi'"
    [Gambas:Video 20detik] (fem/fem)

    2026-08-16 13:29:57 +0000 UTC