Liputan6.com, Jakarta - Usai tujuh tahun, Lea Simanjuntak kembali menghadirkan karya baru lewat single berjudul "Ruang di Hatimu". Kembalinya Lea ditandai dengan pendekatan produksi yang rapi namun terasa hidup, mengutamakan kebersamaan para pemain di ruang yang sama.
Di belakang layar, Lea bertemu lagi dengan rekan lamanya, musisi Nur Satriatama, yang kali ini duduk sebagai produser sekaligus penulis lagu. Kolaborasi itu mengarahkan lagu ke aransemen yang presisi namun tetap bernapas, sebuah cita-cita kreatif yang mereka pegang sejak awal proses.
Tak hanya dari sisi audio, "Ruang di Hatimu" juga hadir dengan video musik yang menggabungkan pengambilan gambar langsung di studio dan eksplorasi visual berbasis teknologi. Empat personel Agak Laen ikut tampil sebagai formasi brass, menambah warna pada sajian yang ditangkap secara live.
Kolaborasi Lama, Lea Simanjuntak dan Nur Satriatama
Dalam penggarapan single ini, Lea Simanjuntak kembali bekerja bersama Nur Satriatama. Nur dipercaya memegang dua peran penting, yaitu produser dan penulis lagu, menyatukan visi artistik di tahap penciptaan hingga produksi akhir.
Sentuhan produksi yang ia bawakan membentuk aransemen yang presisi namun tetap bernapas. Karakter ini bukan datang kebetulan, melainkan sejalan dengan ekspektasi Lea dan Nur sejak awal, memberi ruang pada nuansa dan detil yang muncul alami dari para pemain.
Pertemuan kembali keduanya sebagai rekan lama membantu menjaga benang merah ide, dari konsep hingga eksekusi. Dengan fondasi yang sama, keputusan-keputusan musikal yang diambil terasa konsisten dengan arah lagu, menguatkan tema "kehadiran" yang diusung.
Kehadiran produser yang juga menulis materi membuka jalur komunikasi yang ringkas. Alur kerja menjadi terarah, sementara aransemen diberi kesempatan untuk tumbuh organik, tanpa kehilangan ketepatan yang diupayakan sejak awal.
Rekaman Live di Satu Ruang
Seluruh proses rekaman dilakukan secara live, dengan seluruh musisi bermain dalam satu ruang dan satu waktu. Metode ini membuat interaksi antarpemain terjadi langsung di tempat, terekam utuh dalam performa yang sama.
Pendekatan tersebut dipilih secara sadar untuk menjaga interaksi dan dinamika. Dengan berbagi ruang, respons musikal dapat terjadi spontan, dari isyarat kecil hingga perubahan rasa yang muncul seketika selama permainan berlangsung.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Ketidaksempurnaan manusiawi diberi tempat, bahkan dijadikan kekuatan. Untuk lagu yang berbicara tentang kehadiran, napas, dan kedekatan, jejak-jejak kecil yang lahir dari permainan live dipertahankan sebagai bagian dari karakter rekaman. Hasilnya, rekaman tidak sekadar rapi di atas kertas, tetapi juga memuat gerak yang terasa hidup. Elemen-elemen itu ikut menegaskan arah produksi, yakni aransemen yang presisi namun tetap bernapas, tanpa menghilangkan nuansa yang muncul di momen yang sama.