Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), memperkuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat pascaerupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan hujan abu vulkanik di sejumlah wilayah guna mengantisipasi dampak kesehatan yang ditimbulkan.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama di Kalianda, Rabu mengatakan meskipun aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai mereda, kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik harus tetap dijaga.

“Kita tidak boleh lengah meskipun abu vulkanik sudah terlihat mereda. Sisa abu masih berada di lingkungan dan dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat,” katanya.

Oleh karena itu, dirinya meninjau langsung Puskesmas Kalianda dan Rajabasa untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan sekaligus memantau kondisi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik,

Dalam kunjungan itu, tercatat tiga warga yang datang di Puskesmas Kalianda, dengan keluhan gangguan saluran pernapasan setelah terjadinya hujan abu vulkanik.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah sehingga Dinas Kesehatan diminta memperkuat pelayanan, termasuk dengan mengerahkan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Jangan menunggu masyarakat datang ke Puskesmas. Kita harus jemput bola dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan dengan cepat,” ujarnya.

Dia juga meminta seluruh puskesmas memastikan ketersediaan masker bagi masyarakat, baik orang dewasa maupun anak-anak, serta memberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan diri dari paparan abu vulkanik.

“Kalau ada yang belum menggunakan masker, baik anak-anak maupun orang dewasa, berikan maskernya sekaligus edukasi. Jangan sampai kita lengah karena abu sudah terlihat mereda, sementara sisa abu masih berada di lingkungan,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi apabila terjadi hujan abu susulan, Pemkab Lampung Selatan juga menyiagakan armada pemadam kebakaran dan mobil tangki milik Dinas Pekerjaan Umum untuk membantu masyarakat membersihkan sisa abu vulkanik di lingkungan.

Selain menggunakan masker, masyarakat juga diimbau mengenakan kacamata sebagai perlindungan tambahan ketika beraktivitas di luar rumah.

Pemerintah daerah meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak selama sisa abu vulkanik masih ditemukan di lingkungan.

Di sisi lain, Bupati Lamsel meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memantau kondisi jalur evakuasi dan memperkuat koordinasi lintas sektor sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Masyarakat yang merasa mengalami gangguan pada saluran pernapasan agar segera datang ke Puskesmas terdekat. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata dia.

Bupati memastikan penguatan layanan kesehatan, perlindungan masyarakat, dan kesiapsiagaan kebencanaan tetap dilakukan meskipun aktivitas erupsi mulai mereda.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan abu vulkanik sekaligus memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan pelayanan secara cepat apabila terjadi perubahan kondisi Gunung Anak Krakatau.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.