Manokwari (ANTARA) - Calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Barat Mohamad Lakotani menegaskan organisasi tersebut membutuhkan reformasi total melalui perbaikan tata kelola secara menyeluruh agar dapat meningkatkan prestasi atlet.
KONI sebagai rumah besar bagi cabang olahraga maupun atlet harus mampu menjalankan peran dan fungsi pembinaan secara maksimal, profesional, transparan, serta berorientasi pada peningkatan prestasi hingga masa mendatang.
“Saya berkomitmen melakukan perbaikan tata kelola olahraga untuk mencapai prestasi di masa yang akan datang,” kata Lakotani di Manokwari, Jumat malam.
Dia menjelaskan kesiapan maju dalam bursa pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat periode 2026-2030 didorong oleh keinginan untuk membangun tata kelola olahraga yang lebih terbuka, dan mampu menjawab kebutuhan setiap cabang olahraga.
Sistem pembinaan seluruh atlet tidak boleh dilakukan secara sporadis, melainkan harus melalui perencanaan jangka panjang, dukungan pendanaan yang jelas, serta penguatan koordinasi antara KONI, pemerintah daerah, serta pengurus cabang olahraga.
“Organisasi KONI harus ditempati orang-orang yang paham soal olahraga, supaya lebih fokus bangun sistem pembinaan atlet. Saya akan berdayakan semua cabor,” ucap Lakotani.
Menurut dia, bursa pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat yang terus menghangat merupakan hal lumrah dalam setiap organisasi, karena setiap pihak bebas untuk menyampaikan aspirasi dan menentukan pilihan tanpa ada intimidasi.
Pemilihan ketua calon umum melalui musyawarah olahraga provinsi luar biasa (musorprovlub) harus berlangsung secara demokratis dan menjunjung tinggi aturan keorganisasian, sehingga menghasilkan pemimpin yang kompeten.
“Dinamika dalam proses berorganisasi itu biasa. Perbedaan pendapat dan pilihan itu harus tetap dihargai, tidak boleh ada tekanan dari pihak manapun,” tegas Wakil Gubernur Papua Barat itu.
Lakotani yang juga menjabat sebagai Ketua Pengprov Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Papua Barat menyebut bahwa perbaikan sistem tata kelola KONI menjadi agenda utama apabila dirinya terpilih menjadi ketua umum.
Pihaknya terus mengoptimalkan konsolidasi dengan berbagai pihak terkait guna memenangkan bursa pencalonan, dan saat ini berhasil mengantongi 23 dukungan yang berasal dari 19 cabang olahraga serta empat KONI tingkat kabupaten di Papua Barat.
“Sekali lagi saya tegaskan, semangat perbaikan tata kelola olahraga jadi agenda utama jika saya terpilih. Supaya KONI Papua Barat berjaya baik di level nasional bahkan internasional,” ucap Lakotani.
Dia juga mempersilakan semua pihak untuk mengecek jejak rekam kepimpinannya pada sejumlah organisasi, seperti Palang Merah Indonesia (PMI) Papua Barat, dan Kwarda Gerakan Pramuka Papua Barat.
“Silahkan cek reputasi saya. Kalau terpilih, saya pastikan tidak ada kelompok-kelompok yang mau mempertahankan status quo di KONI. Langkah tegas yang saya lakukan yaitu bersih-bersih,” ucap Lakotani.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.