Kabupaten Bogor (ANTARA) - Lahan Pangan Bojonggede-Kemang (Bomang) di Desa Susukan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dimanfaatkan sebagai sarana edukasi pertanian bagi pelajar untuk mengenalkan ketahanan pangan sejak dini.

Sekretaris Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Surya Karya Mandiri Susukan, Novi Olifianto, Senin, mengatakan, kawasan tersebut menjadi ruang pembelajaran luar kelas agar siswa dapat mengenal proses produksi pangan secara langsung.

Menurut dia, edukasi pertanian penting untuk menumbuhkan kepedulian terhadap ketahanan pangan, menghargai profesi petani, serta membangun kesadaran menjaga lingkungan sejak usia dini.

Siswa diajak mengenal berbagai jenis tanaman pangan, mempelajari proses pemupukan, hingga memahami teknik perawatan tanaman secara langsung di lahan pertanian.

Selain itu, siswa berkesempatan membeli sayuran segar hasil panen kawasan Bomang untuk mengenal nilai ekonomi komoditas pertanian sekaligus memahami proses produksi pangan.

Kegiatan yang diinisiasi Kepala SDI HM Asman, Kemal Baihaqi, tersebut merupakan hasil kolaborasi pihak sekolah dengan BUMDesa Surya Karya Mandiri Susukan dan pengelola Lahan Pangan Bomang.

Novi berharap kawasan tersebut dapat terus dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi pertanian yang dapat dimanfaatkan lebih banyak sekolah dan lembaga pendidikan di Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan median Jalan Bomang sepanjang lebih dari delapan kilometer dimanfaatkan sebagai lahan pertanian selama belum digunakan sebagai jalur cepat, dengan melibatkan kelompok tani setempat.

"Hasil panennya sepenuhnya untuk kelompok-kelompok tani. Kepala desa juga ikut mengarahkan agar hasilnya menjadi pendapatan kelompok tani dan masyarakat sekitar," kata Rudy saat meninjau kawasan Bomang pada September 2026.

Pengembangan pertanian di kawasan tersebut mulai menghasilkan komoditas pangan, antara lain kangkung dan tomat yang dipanen Satgas Pengawal Indonesia Emas Ketahanan Pangan Korem 061/Suryakancana bersama kelompok tani pada Oktober 2026.

Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.