Singkawang (ANTARA) - Lahan gambut seluas 13,5 hektare di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang Kalimantan Barat terbakar dan api belum berhasil dipadamkan hingga Kamis.
"Upaya pemadaman dan pendinginan masih dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala," ujar Kasi Humas Polres Singkawang Iptu Hidayatno.
Iya mengatakan penanganan kebakaran lahan tersebut hingga hari ini masih berlangsung secara intensif dan telah kini telah memasuki hari keenam.
"Upaya penanganan kebakaran lahan di lokasi ini masih terus dilakukan secara intensif," kata Iptu Hidayatno.
Sebanyak 51 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman, penyisiran, dan pendinginan di kawasan yang terbakar. Personel tersebut berasal dari Polres Singkawang, Polsek Singkawang Utara, Koramil 1202-03/Singkawang, Daops Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) dari Kelurahan Naram, Sungai Rasau, dan Sungai Bulan.
Petugas secara bersama-sama menyisir kawasan lahan gambut untuk menemukan titik api maupun bara yang masih tersisa. Kondisi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah sehingga berpotensi kembali menimbulkan asap dan titik api.
"Selain pemadaman dari darat, upaya penanganan juga diperkuat dengan dukungan helikopter water bombing yang melakukan penyiraman dari udara," ujarnya.
Sementara dari darat, petugas mengoperasikan sejumlah mesin pompa untuk menyemprotkan air ke area yang masih mengeluarkan asap. Kanal dan parit di sekitar lokasi dimanfaatkan sebagai sumber air untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan.
Hidayatno mengatakan secara umum kobaran api telah berhasil dikendalikan setelah pemadaman intensif selama lima hari sebelumnya. Namun, petugas masih menemukan sejumlah titik api kecil dan kepulan asap sehingga proses penyisiran serta pendinginan tetap dilakukan secara berkala.
"Kondisi tersebut membuat personel terus melakukan penyisiran, pemantauan, serta pendinginan secara berkala guna memastikan tidak ada bara yang kembali menyala," katanya.
Hingga kini, penyebab kebakaran lahan tersebut masih dalam penyelidikan dan belum dapat dipastikan. Penanganan akan terus dilakukan sampai seluruh titik api dan bara benar-benar padam serta lokasi dinyatakan aman.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api guna mencegah kebakaran meluas.
Pewarta: Narwati
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.